icon-close
Dua jenazah korban ambruknya gedung Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, berhasil teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. Keduanya teridentifikasi melalui pemeriksaan menyeluruh dari tim forensik, dengan mencocokkan data post mortem (PM) dengan ante mortem (AM). Proses identifikasi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim Surabaya. (JUNI KRISWANTO / AFP)
Jenazah pertama teridentifikasi atas nama Nurudin (13), asal Karang Gayam, Blega, Bangkalan. Jenazah kedua teridentifikasi sebagai Ahmad Rijalul Haq, (16) warga Jalan Dakuan Baru 1 Nomor 57, Surabaya. (JUNI KRISWANTO / AFP)
Jumlah korban sampai dengan hari kedelapan pencarian, yakni 158 orang. Sebanyak 104 orang selamat dan 54 orang lainnya meninggal dunia, termasuk 5 potongan tubuh. (Dicky Bisinglasi / AFP)
Proses evakuasi masih terus berlangsung. Pembersihan puing difokuskan ke sisi utara pada bagian yang tidak terintegrasi dengan struktur utama. (JUNI KRISWANTO / AFP)
Sebanyak 10 orang diperkirakan masih tertimbun di reruntuhan. Jumlah itu masih bisa bertambah karena potongan tubuh yang dievakuasi masih belum bisa teridentifikasi saling berhubungan satu sama lain atau tidak. (Dicky Bisinglasi / AFP)
Sebelumnya gedung tiga lantai termasuk musala di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, ambruk, Senin (29/9) sore. Saat kejadian, diketahui ada ratusan santri sedang melaksanakan Salat Ashar berjemaah di gedung yang masih dalam tahap pembangunan tersebut. (JUNI KRISWANTO / AFP)
icon-chevron-left
icon-chevron-right