Rais Aam PBNU Bentuk Tim Pencari Fakta usai Pencopotan Gus Yahya

CNN Indonesia
Sabtu, 29 Nov 2025 20:24 WIB
Tim pencari fakta dibentuk untuk investigasi sejumlah isu di polemik pencopotan Yahya Cholil Staquf dari Ketua Umum PBNU. (CNN Indonesia/Farid Rahman)
Surabaya, CNN Indonesia --

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul (PBNU) KH Miftachul Akhyar membentuk tim pencari fakta untuk menginvestigasi sejumlah isu di tengah polemik pencopotan Ketua Umum Yahya Cholil Staquf.

Hal itu dikatakan Miftach setelah silaturahmi Rais Aam PBNU dengan para Syuriah PBNU dan 36 PWNU yang digelar di kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (29/11).

Miftach menyatakan pihaknya memberikan perhatian khusus, terlebih setelah mencermati dinamika di masyarakat, termasuk berbagai informasi dan opini di media arus utama serta media sosial.

"Selanjutnya untuk mendapatkan kesahihan dari berbagai informasi tersebut, kami akan menugaskan tim pencari fakta melakukan investigasi secara utuh dan mendalam terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat," kata Miftach.

Ia mengungkapkan tim pencari fakta itu akan dipimpin dua Wakil Rais Aam PBNU, yakni KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir.

"Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir akan menjadi pengarah dalam tim pencari fakta dimaksud," ucapnya.

Selain itu, Rais Aam juga membekukan sistem digitalisasi data dan layanan Digdaya PBNU demi memastikan tim pencari fakta dapat menjalankan tugas dengan baik,

"Maka khusus implementasi digdaya persuratan tingkat BPNU kami perintahkan untuk ditangguhkan sampai dengan selesainya proses investigasi, sedangkan mengimplementasi digdaya persuratan tingkat PWNU dan PCNU tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya," ucapnya.

Rais Aam kembali mengingatkan seluruh warga NU tentang nilai-nilai Khittah Nahdlatul Ulama.

"Semua pihak harus mengedepankan kepentingan bersama, menjaga akhlak yang mulia, dan menjunjung tinggi kejujuran dalam berpikir, bersikap, dan bertindak," ujarnya.

Sebagai langkah batiniah, Rais Aam juga mengajak seluruh jamaah NU untuk memperbanyak doa.

"Mari lah kita bermunajat kepada Allah SWT agar diberikan jalan keluar terbaik dan paling maslahat bagi Jam'iyah Nahdlatul Ulama," ia menegaskan.

(frd/chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK