Tim SAR membuat lintasan tali yang membentang sepanjang 50 meter untuk mengevakuasi dua korban yang hanyut terbawa banjir bandang di aliran Sungai Silaing Bawah, Kabupaten Padang Panjang, Sumatra Barat.
Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik melaporkan bahwa teknik penyeberangan tali atau tyrolean traverse diterapkan karena akses menuju lokasi korban terputus dan kondisi medan tidak memungkinkan tim menyeberang secara manual.
"Untuk petugas rescuer Kantor SAR Padang, jaraknya kurang lebih 50 meter," ujarnya dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu (30/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, banjir bandang beberapa hari lalu menerjang pengguna jalan lintas serta rumah warga di sisi sungai pada jalur Padang-Bukittinggi, hingga ada dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Basarnas melaporkan hingga saat ini tim di lapangan masih belum bisa mengevakuasi keduanya karena jenazah masih terhimpit material banjir.
"Belum bisa. Masih terhimpit material," kata dia.
Namun, ia memastikan operasi SAR terus berlangsung dengan memperhatikan keselamatan personel, mengingat arus sungai masih deras dan kontur tebing dipenuhi material lumpur serta bebatuan. Proses pembersihan material sisa banjir dilakukan bertahap sebelum jenazah dapat diangkat.
Selain itu, tim SAR juga melakukan pemantauan lanjutan di sepanjang bantaran sungai guna memastikan tidak ada korban lain yang belum terdeteksi.
"Koordinasi dilakukan bersama BPBD, TNI-Polri serta relawan setempat," katanya menambahkan.
Dia memastikan tim dari Kantor SAR Padang bersama petugas tim gabungan lainnya disebar di beberapa titik rawan mengingat potensi hujan masih tinggi dan kondisi tanah di sekitar perbukitan labil.
Peralatan vertical rescue dan perlengkapan air juga turut disiagakan tim SAR untuk mengantisipasi skenario evakuasi lain yang lebih kompleks.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya melaporkan sampai dengan Sabtu pukul 12.00 WIB Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumatra Barat mencatat total ada 88 orang meninggal dunia dan 85 orang masih dinyatakan hilang karena banjir dan tanah longsor di daerah itu.