Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi meminta pemerintah segera membangun 42 ribu hunian tetap (Huntap) untuk korban bencana banjir dan longsor di wilayahnya.
Hal tersebut disampaikan Armia kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi saat meninjau pembangunan hunian Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Armia menjelaskan wilayah Aceh Tamiang menjadi salah satu yang terdampak cukup parah akibat bencana banjir dan longsor. Ia menyebut banyak rumah mengalami kerusakan berat bahkan hilang.
Oleh karenanya, ia minta bantuan dari pemerintah pusat agar hunian tetap untuk masyarakat terdampak bisa segera dibangun.
"Dari data yang kami dapatkan dari para kepala desa, jadi rumah yang hilang sebanyak 37.888 unit dan rumah yang rusak berat sebanyak 4.839 unit," ujarnya
"Sehingga kami mohon izin bapak presiden, kami membutuhkan rumah huntap atau hunian tetap sebanyak 42.727 unit," imbuhnya.
Ia mengatakan saat ini hunian sementara (huntara) sudah mulai dibangun secara bertahap, salah satunya oleh Danantara.
Di sisi lain, Armia juga meminta bantuan Prabowo untuk memasok kebutuhan pangan selama enam bulan ke depan. Hal ini dikarenakan Aceh Tamiang diprediksi masih belum dapat pulih sepenuhnya sehingga belum bisa memenuhi logistik untuk warga.
"Kami mempunyai jumlah penduduk 313.245 jiwa. Kami sudah menghitung juga dengan Bappanas, kebutuhan akan beras, telur, minyak goreng, dan gula selama enam bulan ke depan, pak presiden," jelasnya.
"Jadi kami nanti akan membuat surat resmi nanti kepada menteri terkait untuk bisa kami dipenuhi untuk enam bulan ke depan karena yang kami lihat, kondisi perekonomian di kami ini masih sangat terasa," ujarnya menambahkan.