Polisi menangkap pria berinisial HA (31), terduga pelaku pembunuhan anak politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Maman Suherman, di sebuah rumah mewah di Kota Cilegon, Banten. Pelaku diketahui bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta di Cilegon.
"Pelaku inisial HA, umur 31 tahun, karyawan swasta di Cilegon," ujar Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Darmawan, Sabtu (3/1).
HA diamankan aparat saat diduga melakukan aksi pencurian di rumah eks anggota DPRD Cilegon, Roisudin Sayuri, pada Jumat (3/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari penangkapan tersebut, polisi kemudian mengungkap identitas pelaku yang ternyata merupakan warga Palembang, Sumatera Selatan, dan tinggal di Perumahan Bumi Rakata, Cilegon.
"Orang ini orang Palembang, tinggal di Bumi Rakata," kata Kapolsek Cilegon AKP Firman Al Hamid.
Firman membenarkan bahwa HA bekerja di perusahaan swasta di Cilegon. Namun, polisi belum menggali lebih jauh terkait detail pekerjaan pelaku.
"Informasinya seperti itu, karyawan salah satu perusahaan," ujarnya.
Setelah diamankan oleh anggota Polsek Cilegon dan Brimob Polda Banten, pelaku langsung diserahkan kepada Satreskrim Polresta Cilegon untuk pengembangan kasus lebih lanjut.
"Tidak lama setelah tersangka diamankan, datang dari Resmob Polda dan Polres untuk penanganan lanjutan," kata Firman.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami kasus pembunuhan yang terjadi di rumah Maman Suherman di Perumahan BBS 3, Cilegon.
Anak Maman Suherman yang berusia 9 tahun ditemukan tewas bersimbah darah di lantai satu rumah mewah tersebut pada 16 Desember 2025.
Korban diketahui mengalami 19 luka di tubuhnya akibat senjata tajam dan benda tumpul. Polisi sempat mengalami kesulitan dalam mengungkap kasus ini karena sejumlah kendala, di antaranya kamera CCTV di rumah korban yang sudah tidak berfungsi sejak 2023 serta tidak adanya petugas keamanan di lingkungan tersebut.
Dalam proses penyelidikan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari anggota keluarga korban hingga para tetangga. Hingga saat ini, total 18 saksi telah dimintai keterangan terkait kasus pembunuhan tersebut.
Polisi memastikan proses penyidikan akan terus dilakukan secara mendalam untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap peristiwa tragis tersebut.
Baca selengkapnya di sini.
(isn/isn)