BNPB Siapkan Tenda Bagi Pelajar Korban Banjir Sumatra Mulai 5 Januari

CNN Indonesia
Sabtu, 03 Jan 2026 17:47 WIB
BNPB menyiapkan tenda untuk pembelajaran di lokasi bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat yang dimulai pada Senin (5/1).
BNPB menyiapkan tenda untuk pembelajaran di lokasi bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat yang dimulai pada Senin (5/1). Ilustrasi. (ANTARA FOTO/MEGA TOKAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan tenda untuk pembelajaran di lokasi bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat yang dimulai pada Senin (5/1).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan operasi pembersihan sekolah terus dilakukan oleh aparat gabungan baik di sekolah umum maupun madrasah.

Ia menjelaskan ada sekolah yang ditargetkan sudah bersih dan layak pakai pada Senin. Namun ada sekolah yang belum selesai dibersihkan, sehingga akan menggunakan tenda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetapi mungkin ada kondisi-kondisi beberapa sekolah mungkin masih dalam tahap pembersihan. Sementara waktu kita akan mengoptimalkan tenda-tenda sementara untuk proses belajar mengajar," kata Abdul dalam konferensi pers, Sabtu (3/1).

Per Sabtu, BNPB melaporkan korban jiwa bencana banjir dan longsor di Sumatra bertambah 10 orang, sehingga menjadi 1.167 orang.

"Hari ini ada penambahan dari Aceh Utara sebanyak 10 jiwa. Sehingga per hari ini 3 Januari 2026 total korban jiwa meninggal dunia menjadi 1.167 jiwa," kata Muhari.

Sementara itu, berdasar data BNPB masih ada 165 orang hilang akibat bencana itu.

Muhari juga menjelaskan jumlah pengungsi berkurang signifikan dalam dua hari terakhir. Data BNPB mencatat pengungsi sebanyak 257.780.

"Ini menunjukkan di samping progres pembersihan kawasan saat ini sangat intensif, juga aparat gabungan, masyarakat, relawan dan segenap entitas yang terlibat, ini juga mulai membersihkan kawasan pemukiman, khususnya rumah yang terdampak sedang hingga ringan," katanya.

Muhari menjelaskan masyarakat yang masih tinggal di tempat pengungsian adalah masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hanyut akibat banjir dan longsor.

"Ini akan update terus pendataan untuk kebutuhan hunian sementara, DTH ataupun rekapitulasi untuk hunian tetap," ucapnya.

(yoa/agt)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER