Sebanyak 10 orang mengalami luka-luka serta bangunan dan kendaraan ikut terbakar pada peristiwa ledakan pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.
Kepala Kepolisian Resor Inhil AKBP Farouk Oktora mengatakan seluruh korban saat ini dilaporkan telah mendapatkan penanganan medis secara intensif setelah kejadian pada Jumat (2/1) tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari total 10 korban luka, enam di antaranya menderita luka bakar. Sementara itu, empat orang lainnya mengalami luka ringan akibat terjatuh saat berupaya menyelamatkan diri dari kobaran api yang membumbung tinggi," katanya seperti dikutip dari Antara, Minggu (4/1).
Selain korban luka, katanya tercatat lima truk dan lima sepeda motor yang sedang terparkir di kios pinggir jalan lintas Sumatra hangus terbakar. Hal itu terjadi karena jaraknya yang dekat dengan pusat ledakan.
Kobaran api juga menghanguskan tiga bangunan tempat usaha milik warga yang terdiri atas satu bengkel ban, tempat pencucian motor, dan bangunan penampungan buah sawit.
Dalam kejadian itu, api tidak merembet lebih jauh ke permukiman utama warga yang berjarak sekitar 500 meter dari tempatpipa yang bocor.
Arus lalu lintas yang menghubungkan Provinsi Riau dan Jambi sempat ditutup total demi keamanan saat api masih menyembur ke udara.
"Situasi saat ini sudah aman dan jalur lintas timur Sumatra tersebut telah dibuka kembali secara normal untuk kendaraan," katanya.
Insiden bermula pada Jumat (2/1), sekitar pukul 16.00 WIB, ketika warga mendengar suara dentuman keras. Tak lama setelah itu, api menyembur hingga ketinggian 15 meter akibat adanya kebocoran pipa gas bawah tanah tersebut.