BPBD: Banjir Susulan Rendam 5 Kecamatan di Aceh Timur

CNN Indonesia
Kamis, 08 Jan 2026 15:06 WIB
Banjir susulan terjadi di Aceh Timur, Kamis (8/1). (ANTARA FOTO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh menyatakan banjir susulan rendam lima kecamatan di daerah tersebut akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Aceh Timur Afifullah mengatakan curah hujan yang cukup tinggi sejak Rabu (7/1) malam menyebabkan air sungai meluap di wilayah terdampak banjir.

"Curah hujan cukup tinggi menyebabkan air sungai kembali meluap. Ketinggian air mencapai seada orang dewasa di beberapa lokasi," kata dia mengutip Antara, Kamis (8/1).

Sebanyak lima kecamatan terendam banjir susulan tersebut, yakni Pante Bidari, Indra Makmu, Banda Alam, Julok, dan Rantau Selamat.

Kondisi ini menyebabkan sejumlah ruas jalan desa, katanya, dilaporkan tergenang banjir sehingga menyulitkan warga beraktivitas, termasuk menuju tempat kerja dan sekolah.

"Genangan banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga akses jalan antardesa, serta sejumlah fasilitas umum. Banjir susulan ini juga berdampak pada aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat," katanya.

Dia menjelaskan kondisi banjir susulan ini terjadi saat sebagian wilayah Aceh Timur masih dalam tahap pemulihan pasca-bencana pada akhir November 2025.

"Sejumlah warga sempat membersihkan rumah dan lingkungan mereka, kini kembali harus menghadapi genangan air yang masuk ke rumah," kata Afifullah.

BPBD Kabupaten Aceh Timur bersama unsur terkait telah menurunkan tim ke lapangan untuk memantau dan mendata dampak banjir susulan di lima kecamatan tersebut serta memastikan keselamatan warga di daerah terdampak.

Tim gabungan BPBD dan instansi terkait lainnya juga disiagakan untuk mengevakuasi apabila ketinggian air terus meningkat dan mengancam keselamatan masyarakat.

"Kami terus memantau di wilayah terdampak banjir susulan. Jika air terus naik, evakuasi segera dilakukan, terutama terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil," katanya.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir dan di sepanjang bantaran sungai, tetap meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan cuaca serta segera melaporkan kepada aparat desa atau petugas BPBD jika terjadi peningkatan ketinggian air secara signifikan.

"Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan aktivitas di area yang tergenang dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan," kata Afifullah.

(tim/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK