Megawati Kecam Serangan Militer AS ke Venezuela: Itu Neokolonialisme
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengecam serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela, serta penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya.
Ia menyebut apa yang dilakukan AS sebagai neokolonialisme.
"Saya menyampaikan sikap tegas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terhadap setiap bentuk intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela, termasuk penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya melalui operasi militer yang telah memicu kecaman internasional sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional," ujar Megawati dalam peringatan HUT PDIP KE-53 dan Rakernas I Tahun 2026 di Beach City International Stadium, Sabtu (10/1).
"Tindakan tersebut merupakan wujud neokolonialisme dan imperialisme modern, yang mengingkari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip dasar hubungan antarbangsa," tambahnya.
Megawati menyebut intervensi, pemaksaan kehendak, dan penggunaan kekuatan militer terhadap negara berdaulat adalah praktik lama yang seharusnya ditinggalkan.
Ia lantas menyinggung bagaimana Indonesia konsisten menentang imperialisme dalam segala bentuknya sejak Konferensi Asia Afrika digagas ayahnya, Bung Karno.
"Karena itu, PDI Perjuangan menyerukan penyelesaian konflik internasional melalui dialog, diplomasi, dan hukum internasional, bukan melalui kekerasan yang hanya memperpanjang penderitaan rakyat sipil," tuturnya.
Pada 3 Januari, AS membombardir Caracas dan menculik Presiden Nicolas Maduro beserta Ibu Negara Cilia Flores. Mereka langsung diterbangkan dari Venezuela ke AS untuk diadili.
Operasi AS dikecam komunitas internasional. Mereka menilai tindakan itu melanggar hukum internasional dan kedaulatan negara lain.
Maduro dan Flores saat ini sudah berada di Manhattan untuk menjalani persidangan di pengadilan federal atas tuduhan narkoterorisme dan penjualan senjata.
(lom/sfr)