Pram soal Rp100 M Bongkar Tiang Monorel: Sekalian Buat Jalan-Trotoar

CNN Indonesia
Minggu, 11 Jan 2026 14:20 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan penggunaan dana sebesar Rp100 miliar yang disiapkan untuk pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan penggunaan dana sebesar Rp100 miliar yang disiapkan untuk pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said. CNN Indonesia/Naomi Nattasya
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan penggunaan dana sebesar Rp100 miliar yang disiapkan untuk pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Pramono menegaskan jika dana tersebut tidak hanya digunakan untuk pembongkaran melainkan juga untuk merapikan jalan dan pembuatan trotoar di kawasan Rasuna Said.

"Tentunya saya juga ingin meluruskan dalam kesempatan ini 100 miliar yang dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar," ujarnya TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetapi untuk membuat jalan, trotoar, merapikan dan sebagainya biaya keseluruhan untuk memperbaiki jalan Rasuna Said itu angkanya 100," imbuhnya.

Oleh karenanya, ia menegaskan dana tersebut bukanlah untuk pembongkaran tiang monorel semata. Pasalnya jika hanya untuk pembongkaran, kata dia, tidak perlu dana begitu besar.

"Jadi bukan hanya bongkar, kalau bongkar kecil bangetlah," tegasnya.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta akan mulai membongkar tiang monorel yang ada di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Rabu pekan depan.

Kapusdatin Bina Marga DKI Jakarta Dinar Wenny menyebut total ada 98 tiang yang akan dibongkar dan ditargetkan selesai pada September 2026.

"Setelah pembongkaran, nantinya akan ada penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said diantaranya penataan jalan dan trotoar, peningkatan sarana pejalan kaki," jelasnya.

Biaya bongkar tiang monorel ditaksir tak lebih Rp300 juta

Pemerhati Jakarta Sugiyanto mengemukakan bahwa warga Jakarta harus tahu dan tidak perlu ada lagi kesalahpahaman terkait biaya pembongkaran tiang monorel sepanjang Jalan HR Rasuna Said karena anggarannya tak lebih Rp300 juta.

"Terjadi mispersepsi di masyarakat. Seolah-olah biaya pembongkaran 109 tiang monorel mencapai Rp100 miliar," kata Sugiyanto di Jakarta, Minggu.

Padahal, kata dia, angka itu merupakan estimasi total biaya penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said secara terpadu. "Bukan hanya pembongkaran tiang," katanya.

Menurut dia, jika dihitung secara rasional dengan mengacu pada harga satuan pembongkaran beton yang lazim digunakan dalam dunia konstruksi, biaya pembongkaran fisik tiang monorel justru berada pada kisaran ratusan juta rupiah, bukan puluhan miliar.

Harga satuan pembongkaran beton umumnya berkisar antara Rp400.000 hingga Rp600.000 per meter kubik (m3). Sementara jumlah tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said tercatat sebanyak 109 tiang, dengan estimasi volume masing-masing tiang sekitar 3-5 m3.

Jika dihitung total volume pembongkaran, menurut dia, berada di kisaran 300-500 m3. Dengan harga satuan Rp400.000 per meter kubik, biayanya sekitar Rp120 juta-Rp200 juta.

"Jika memakai harga tertinggi Rp600.000 per meter kubik, biayanya sekitar Rp180 juta sampai Rp300 juta. Jadi, secara logika teknis, pembongkaran 109 tiang monorel hanya memerlukan sekitar Rp300 juta," ujarnya.

Ia menambahkan, dengan asumsi tertinggi sekalipun, yakni volume 500 m3 dan harga Rp600.000 per m3 maka total biaya pembongkaran tetap tidak akan melebihi Rp300 juta.

Angka ini merupakan perhitungan sederhana yang bisa diverifikasi melalui berbagai referensi biaya konstruksi yang tersedia secara terbuka. "Jadi, tidak benar kalau pembongkaran tiang monorel saja disebut menelan biaya Rp100 miliar," katanya.

Ia menegaskan, untuk angka Rp100 miliar yang selama ini ramai diberitakan bukanlah biaya khusus untuk pembongkaran 109 tiang monorel, melainkan estimasi total anggaran penataan kawasan secara menyeluruh.

Sugiyanto menilai, kesalahpahaman ini muncul karena banyak masyarakat hanya membaca judul berita tanpa mencermati isi secara utuh.

Padahal dalam pemberitaan sebenarnya telah dijelaskan bahwa angka Rp100 miliar merupakan estimasi total biaya untuk penataan kawasan, yang mencakup pembongkaran tiang monorel, penataan trotoar serta perbaikan dan penataan badan jalan.

"Judul berita sering kali menyebut angka Rp100 miliar dan dikaitkan langsung dengan pembongkaran tiang monorel. Padahal, di dalam isi beritanya dijelaskan bahwa itu adalah satu paket pekerjaan penataan kawasan," katanya.

Hal inilah, menurut dia, yang kemudian menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) ini juga merujuk pada pernyataan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo yang memastikan proyek tersebut merupakan bagian dari penataan menyeluruh koridor Jalan HR Rasuna Said agar kawasan menjadi lebih rapi, tertata, dan fungsional.

"Artinya, anggaran sekitar Rp100 miliar itu masuk akal karena digunakan untuk banyak pekerjaan sekaligus. Pembongkaran tiang monorel hanya sebagian kecil saja, sisanya untuk penataan trotoar dan badan jalan," katanya.

Penataan trotoar biasanya meliputi peningkatan kualitas permukaan agar lebih aman dan nyaman, penyediaan jalur disabilitas, "ramp", jalur pemandu tunanetra serta penataan fasilitas pendukung seperti lampu penerangan, tempat duduk, tempat sampah, rambu dan penghijauan.

"Selain itu, penataan juga mencakup perbaikan drainase serta penataan utilitas agar lebih rapi dan terintegrasi," katanya.

Sementara itu, pekerjaan badan jalan mencakup perbaikan perkerasan, penambalan lubang, perataan permukaan, penguatan struktur jalan, penataan marka dan rambu lalu lintas, drainase hingga rekayasa lalu lintas untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran kendaraan.

"Kalau seluruh pekerjaan itu digabungkan dalam satu paket penataan kawasan, maka estimasi Rp100 miliar menjadi logis dan relevan. Bukan hanya untuk merobohkan tiang monorel," katanya.

Sebagai warga Jakarta, ia mengaku mendukung penuh kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dan Wakil Gubernur Rano Karno dalam menata kota, termasuk pembongkaran tiang monorel yang telah lama mangkrak.

Ia berharap masyarakat dapat memahami secara utuh bahwa estimasi Rp100 miliar adalah anggaran penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said secara menyeluruh, bukan semata-mata biaya pembongkaran tiang monorel.

"Pembongkaran tiangnya hanya sekitar Rp300 juta. Selebihnya untuk menata trotoar dan badan jalan agar kawasan HR Rasuna Said menjadi lebih tertib, manusiawi, dan berkelanjutan," kata dia.

(tfq/antara)


[Gambas:Video CNN]