Puluhan Warga TPU Kebon Nanas Direlokasi ke Rusunawa, Lansia Gratis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merelokasi sebanyak 73 Kepala Keluarga (KK) dari lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur ke enam Rusunawa di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut warga yang direlokasi akan diberi pembebasan biaya sewa rusun selama enam bulan.
Sementara itu khusus warga lanjut usia (lansia) gratis seumur hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya meyakini dengan waktu 6 bulan apalagi untuk lansia diberikan gratis selamanya, ini akan sangat membantu bagi warga yang dipindahkan," ujarnya di Rusunawa Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (12/1).
Rinciannya Rumah Susun Pulo Gebang ada 46 KK. Rumah Susun Cipinang Muara ada 5 KK. Rumah Susun Cipinang Besar Selatan ada 6 KK.
Selanjutnya, Rumah Susun Jatinegara Barat ada 1 KK. Rumah Susun Jatinegara Kaum 9 KK, dan Rumah Susun Pondok Bambu 6 KK.
"Keluarganya kurang lebih 103 KK, luas yang ditempati 3.754 dan dari 103, 73 yang bersedia untuk dipindahkan ke rumah susun, 30 keluarga yang akan mencari tempat tinggal sendiri," ujar Pramono.
Relokasi dilakukan karena kondisi TPU di Jakarta yang sebagian besar sudah tidak dapat berfungsi secara normal.
Ia menyebut dari 80 TPU yang ada di Jakarta, sebanyak 69 TPU sudah penuh dan tidak harus dimakamkan tumpang.
"11 yang masih bisa dan Kebon Nanas sebenarnya termasuk yang sudah tidak bisa. Maka warga di TPU itu yang ditempati oleh warga yang kurang lebih 3.000 lebih tadi, yang bisa menampung nantinya untuk 1.000 makam baru," katanya.
Selain hunian, Pemprov DKI turut menyiapkan pendampingan sosial dan ekonomi bagi warga yang direlokasi.
Pramono meminta jajaran Dinas Sosial, Dinas Perumahan maupun pemerintah kota untuk membantu adaptasi warga termasuk akses pendidikan anak dan mata pencaharian.
Ia memastikan anak-anak warga yang direlokasi memenuhi syarat dapat memperoleh Kartu Jakarta Pintar (KJP).
"Kalau memang ada anak-anaknya yang berhak untuk mendapatkan KJP, tolong dibantu tuh mendapatkan KJP. Kartu Jakarta Pintar supaya anak-anaknya bisa bersekolah," ujarnya kepada Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, dalam kesempatan yang sama.
Sementara itu Wali Kota Jakarta Timur Munijrin mengatakan proses relokasi dilakukan secara bertahap sejak 6 Januari 2026 hingga saat ini. Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp. 500.000 kepada warga relokasi dan beberapa kebutuhan lainnya.
"Selain itu, Kota Administrasi Jakarta Timur juga memberikan bantuan kepada warga relokasi berupa modal usaha senilai Rp500.000, paket natura, paket hygiene kit, kemudian kasur," kata Munijrin.
[Gambas:Video CNN]

