Sutiyoso Lega Tiang Monorel Dibongkar: Enggak Sakit Mata Kalau Lewat

CNN Indonesia
Rabu, 14 Jan 2026 13:32 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengaku lega tiang monorel yang mangkrak puluhan tahun di sepanjang Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, mulai dibongkar.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengaku lega tiang monorel yang mangkrak puluhan tahun di sepanjang Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, mulai dibongkar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengaku lega tiang monorel yang mangkrak puluhan tahun di sepanjang Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, mulai dibongkar.

Sutiyoso turut hadir bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat pembongkaran hari ini.

"Jujur saja hari ini hati saya itu lega sekali gitu ya dengan adanya kepastian yang dicanangkan oleh Pak Gubernur Pramono pada pagi hari ini gitu," kata Sutiyoso, Rabu (14/1)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia bercerita saat menjadi gubernur pada 2003, mengumpulkan pakar-pakar transportasi untuk menanggulangi kemacetan di Jakarta. Sutiyoso juga sempat studi banding ke Kolombia.

Saat itu kemudian diputuskan jaringan transportasi di Jakarta terdiri dari empat moda.

"Moda yang paling besar adalah MRT di bawah tanah. Terus ada monorel di atas, ada busway 15 koridor di bawah, dan ada alternatif namanya waterway. Ini dirancang secara terintegrasi jalurnya sudah masing-masing tetapi terintegrasi, sehingga rakyat Jakarta dan sekitarnya dari titik mana mau ke mana pasti dapat transportasi makro," kata Sutiyoso.

Ia mengatakan karena situasi ekonomi yang saat itu belum stabil, cukup sulit untuk mencari investor. Pemerintah mulai membuat moda transportasi yang tidak perlu investor.

"Jadi saya tanya kepada tim itu ini moda apa yang enggak perlu investor? Dijawab jelas 'busway Pak' gitu. Oleh karena itu saya mulai dengan busway," katanya.

Secara paralel, pembangunan monorel dicanangkan pada 2004. Saat itu, ada rencana investor dari China. Namun, jabatan Sutiyoso berakhir pada 2007 dan proyek tidak berlanjut.

"Nah, terus akibatnya saya tidak tahu, terus mangkrak jadi besi tua seperti ini, dan tahun 2014 monorel ini diganti dengan LRT," ujarnya.

Ia mengatakan tiang monorel mangkrak itu merusak estetika kota. Sutiyoso mengapresiasi langkah yang diambil Pramono.

"Saya sekali lagi secara pribadi saya terima kasih. Mudah-mudahan kalau saya lewat ini enggak sakit mata lagi saya suatu saat, yang selama ini terus terpikir gini aduh. Ya sedih aja ya gitu kan, aku mulai itu jadinya kayak begini," katanya.

Di sepanjang Jalan Rasuna Said, ada total 109 tiang yang akan dibongkar. Pemprov menyiapkan anggaran sekitar Rp254 juta untuk membongkarnya

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan akan dilakukan pada malam hari sehingga tidak akan ada penutupan jalan saat pembongkaran dilakukan. Pembongkaran dan penataan ditargetkan selesai dalam 8 bulan.

"Ini pengerjaannya akan dilakukan malam hari ya. Sehingga dengan demikian tidak ada penutupan jalur, dan mudah-mudahan saya sudah minta ke Bina Marga dan Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas agar tidak macet," kata Pramono.

Pramono memastikan sudah tidak ada urusan hukum terkait tiang monorel itu.

"Jadi urusan hukumnya tentunya dengan adanya surat dari Bapak Kejaksaan Tinggi sebenarnya sudah selesai," ujar Pramono.

Ia mengatakan Pemprov sudah bersurat ke PT Adhi Karya sejak November untuk membongkar sendiri tiang monorel itu, namun tidak kunjung dilakukan.

"Tapi yang jelas komunikasi dengan Adhi Karya tetap kami lakukan termasuk besi-besi nanti kenapa ini tidak dikerjakan dengan kontraktor tertentu, tetapi kenapa besi-besinya nanti kami akan serahkan kepada Adhi Karya," katanya.

(yoa/isn)


[Gambas:Video CNN]