Kapolres Respons Keluhan Warga Jaktim soal Gas Air Mata Atasi Tawuran

CNN Indonesia
Kamis, 15 Jan 2026 03:30 WIB
Saat situasi mereda, sejumlah warga disebut meluapkan keluhan kepada aparat soal penggunaan gas air mata. Warga yang tak terlibat tawuran juga jadi kena dampak.
Ilustrasi penggunaan gas air mata oleh kepolisian. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah video yang merekam warga memprotes tindakan kepolisian lantaran menggunakan gas air mata saat membubarkan aksi tawuran di Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur beredar di media sosial.

Dalam video yang viral di media sosial, warga tersebut  mengeluhkan lantaran efek gas air mata itu menyebar hingga masuk ke rumah.

Masih dalam unggahan itu turut disampaikan seorang warga mengaku istrinya terdampak langsung gas air mata tersebut dan mengalami mata perih hingga sesak napas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian saat situasi mereda, sejumlah warga disebut meluapkan keluhan kepada aparat karena merasa tidak terlibat tawuran namun terdampak langsung.

Merespons hal tersebut, Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal menjelaskan alasan aparat menggunakan gas air mata.

Alfian--yang mengaku memimpin langsung giat tersebut--menyatakan tak ada warga yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

"Terkait kejadian tawuran di Jalan DI Panjaitan, saya pastikan tidak terdapat korban dalam peristiwa tersebut, karena saya sendiri yang turun langsung ke lapangan dan berinteraksi serta bertegur sapa dengan warga sekitar," kata Alfian saat dikonfirmasi, Rabu (14/1).

Alfian menyebut pihaknya mengambil keputusan menggunakan gas air mata untuk membubarkan tawuran karena situasi sudah tidak kondusif.

"Dalam proses tersebut, petugas menggunakan gas air mata sebagai langkah terakhir karena situasi sudah membahayakan, di mana para pelaku melakukan penyerangan menggunakan petasan yang diarahkan ke arah anggota," tutur dia.

"Tindakan ini dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur untuk menghentikan eskalasi kekerasan, mencegah meluasnya gangguan kamtibmas, serta memastikan keselamatan petugas dan masyarakat sekitar," sambungnya.

Lebih lanjut, Alfian menyampaikan pihaknya akan melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Sementara terkait penanganan tawuran tersebut, Alfian mengatakan polisi langsung mendatangi lokasi setelah mendapat informasi. Setiba di lokasi, kata dia, pihaknya langsung melakukan upaya pembubaran dan pengamanan situasi.

(dis/kid)


[Gambas:Video CNN]