Gibran Pantau Program MBG di Wamena, Siswa Dapat Makan Rendang
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SMAN 1 Wamena Kab. Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (14/1).
Mengutip keterangan Sekretariat Wapres, peninjauan ini disebut guna memastikan program MBG bisa dirasakan para siswa, serta jadi upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini, khususnya di wilayah pegunungan Papua.
Gibran menekankan pemenuhan gizi yang baik merupakan fondasi penting bagi anak-anak agar dapat belajar dengan optimal dan tumbuh sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Gibran juga berdialog dengan kepala sekolah, para guru, serta siswa penerima manfaat MBG.
Dalam peninjauan MBG ini, menu yang disajikan ke para siswa meliputi rendang, tahu goreng, oseng wortel dan kubis, serta buah melon.
Program MBG di Papua Pegunungan diluncurkan pada 17 Maret 2025 di Kabupaten Jayawijaya dan menjangkau sekitar 3.500 siswa dari kurang lebih 20 sekolah di Distrik Wamena.
Program yang dikoordinasikan Badan Gizi Nasional (BGN) ini menetapkan nilai satu porsi MBG di Papua Pegunungan sekitar Rp35 ribu, dengan lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah tersebut.
Selain itu, Pemerintah Kab. Jayawijaya juga membentuk satuan tugas khusus guna mengawasi distribusi dan keamanan pangan.
Target 2.500 SPPG di Papua
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana menargetkan 2.500 SPPG beroperasi di wilayah Papua pada Maret 2026. Ia menyampaikan saat ini, sekitar 275 investor sudah mendaftar ke masing-masing pemda.
"Nanti yang membangun di sana, di Papua itu, kurang lebih sekitar 300-an investor," ucap Dadan saat rapat bersama Prabowo dan kepala daerah se-Papua, Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12).
Mendengar ucapan Dadan, Prabowo menyebut agar BGN tetap bekerja sesuai target. Namun, mengingat kondisi yang cukup rumit di Papua, ia pun menargetkan agar 2.500 SPPG itu beroperasi pada 17 Agustus 2026.
"Anda katakan Maret tapi kita mengerti kondisi fisik tidak mudah jadi bekerja dengan target itu tapi kita siap kalau ada kemunduran. Saya kira yang jelas kita berharap Agustus, kita berharap 17 Agustus 2026 untuk Papua semua 2500 SPPG sudah berfungsi," ucap Prabowo.
Selain itu, Dadan juga melaporkan perihal tingginya harga bahan pokok di Papua. Ia melaporkan kondisi itu membuat anggaran program MBG melonjak.
Ia mengatakan dengan jumlah penerima manfaat sekitar 750 ribu orang, dana yang dikucurkan tiga kali lebih besar dibandingkan dengan di Pulau Jawa.
"Jadi kalau 750 ribu itu (penerima) kalau di Jawa kan Rp7,5 triliun. Untuk di Papua kemungkinan akan mencapai sekitar Rp25 triliun, uang badan gizi akan turun ke Papua. Harga kemahalan pak. Indeks kemahalan," ucap Dadan.
(fra/mnf/fra)[Gambas:Video CNN]

