Kepala OIKN Temui Teddy, Konsultasi Masukan Prabowo soal IKN

CNN Indonesia
Jumat, 16 Jan 2026 12:57 WIB
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menemui Seskab Teddy Indra Wijaya untuk berkonsultasi mengenai masukan dari Presiden Prabowo Subianto soal IKN.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menemui Seskab Teddy Indra Wijaya untuk berkonsultasi mengenai masukan dari Presiden Prabowo Subianto soal IKN. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Basuki Hadimuljono menemui Seskab Teddy Indra Wijaya di kantornya, Jakarta, Kamis (15/1) malam.

Melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, Teddy menyampaikan, Basuki berkonsultasi atas masukan dari Presiden Prabowo terhadap IKN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berkonsultasi terkait beberapa masukan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang diberikan saat berkunjung ke IKN beberapa hari lalu," kata Teddy.

Selain itu, Teddy menyampaikan Basuki juga melaporkan sejumlah perkembangan pembangunan IKN.

Prabowo mengunjungi IKN untuk pertama kali sebagai Presiden RI pada Senin (12/1) kemarin. Ia bermalam di sana.

[Gambas:Instagram]

Ia bermalam di IKN usai melakukan kunjungan kerja menghadiri sejumlah kegiatan di Pulau Kalimantan.

Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut, Prabowo memberikan koreksi terhadap sejumlah hal mengenai desain dan fungsi Ibu Kota Nusantara.

Pras menyebut, Prabowo meminta Badan Otorita IKN dan Kementerian PU untuk senantiasa memperbaiki hal-hal tersebut ke depan.

"Jadi tadi masih ada beberapa hal yang bapak presiden memberikan koreksi terhadap pertama misalnya mengenai desain. Kedua mengenai fungsi dan diminta terus-menerus OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki," kata Pras di Malang, Jawa Timur usai mendampingi Prabowo mengunjungi IKN, Selasa (13/1).

Selain itu, Pras juga mengungkap instruksi Prabowo untuk mempercepat pembangunan IKN.

"Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk percepatan proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif yang harapannya bisa selesai di 2028," ucap dia.

(mnf/asr)