Nasib Bandung Zoo Ditentukan dalam Dua Bulan, Nilai Sejarah Jadi Acuan
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat (Jabar) menyatakan keputusan terkait masa depan Kebun Binatang atau Bonbin Bandung (Bandung Zoo) akan ditetapkan paling lama dalam dua bulan ke depan.
Nilai sejarah kebun binatang yang berada di seberang kampus ITB, Tamansari, Bandung itu akan menjadi acuan dalam penentuan pengelolaan di masa mendatang.
Wali Kota Bandung M Farhan mengatakan masa depan Bandung Zoo itu akan diputuskan melalui pembahasan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan pemerintah pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Targetnya, paling lama dalam dua bulan ke depan kita sudah punya keputusan bersama," ujar Farhan di Bandung, Kamis (15/1) seperti dikutip dari Antara.
Farhan mengungkapkan saat ini tiga level pemerintahan masih intensif mendiskusikan arah kebijakan terbaik bagi Kebun Binatang Bandung, termasuk konsep pengelolaan dan fungsi kawasan ke depan.
"Kami bertiga, pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat, sedang mendiskusikan masa depan kebun binatang ini. Apakah tetap menjadi kebun binatang dengan konsep seperti sekarang, dengan konsep yang berbeda, atau bahkan bukan kebun binatang," kata dia yang juga politikus NasDem itu.
Menurut dia, pembahasan tersebut dilakukan secara hati-hati karena menyangkut kewenangan lintas instansi.
Ia menjelaskan aset Kebun Binatang Bandung merupakan milik Pemkot Bandung, sementara pengawasan satwa dilindungi berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan provinsi.
Nilai sejarah dan fungsi RTH
Farhan memastikan pembahasan masa depan Bandung Zoo dilakukan secara hati-hati dengan memerhatikan nilai sejarah, lingkungan, serta kepentingan masyarakat.
"Keberadaan kawasan ini juga dipandang memiliki nilai historis dan ekologis yang perlu dijaga bersama," kata Farhan.
Selama proses kajian berlangsung, lanjut Farhan, Kebun Binatang Bandung tetap berfungsi sebagai ruang terbuka hijau (RTH) yang dapat diakses masyarakat dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
Farhan menegaskan, kebijakan yang akan ditetapkan nantinya harus mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, penghormatan terhadap nilai sejarah, serta kebutuhan masyarakat Kota Bandung.
"Kami ingin memastikan kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan jangka panjang kota dan warganya," kata pria yang juga pernah memimpin manajemen Persib Bandung itu.
Sementara itu ahli sejarah yang juga penulis Yudi Hamzah meminta Pemkot Bandung tidak menutup operasional Bandung Zoo, karena memiliki nilai sejarah dan fungsi publik yang kuat bagi masyarakat.
Menurut Yudi, kebun binatang merupakan fasilitas publik yang telah ada di Kota Bandung sejak puluhan tahun lalu, dan menjadi bagian dari memori kolektif warga.
"Sebelum di Tamansari, kebun binatang di Bandung sudah ada beberapa hingga akhirnya dibangun Bandung Zoo. Tempat ini sejak zaman dulu sudah didatangi masyarakat dan terpatri dalam memori mereka," kata Yudi.
Ia menilai wacana penutupan kebun binatang berpotensi memicu protes dari masyarakat, mengingat banyak bangunan bersejarah di Kota Bandung yang telah hilang.
(antara/kid)[Gambas:Video CNN]

