Pencarian Pesawat ATR Hilang di Maros Terkendala Cuaca Buruk
Pesawat jenis ATR 42-500 tujuan penerbangan Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak di sekitar Pegunungan Karst Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1).
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, lewat keterangan yang diterima pukul 18.30 Wita, mengatakan tim SAR gabungan masih berupaya melakukan pencarian keberadaan pesawat ATR tersebut. Namun saat ini operasi pencarian terkendala kabut dan hujan.
"Iya kendala yang kami saat ini kabut dan hujan, meski telah menerbangkan drone," kata Andi dalam keterangannya, Sabtu malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara ini, kata Andi Sultan, tim SAR gabungan telah berada di lokasi pencarian dengan membagi tiga tim yang dibantu dari warga setempat.
"Ada tadi titik-titik yang kita curigai dengan informasi dari masyarakat. Kami belum bisa memastikan itu apakah hanya kabut atau seperti apa, tetapi tetap masih akan kami," ungkapnya.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, instansi kehutanan, hingga masyarakat setempat. Tim SAR juga telah dibagi ke dalam beberapa regu untuk menyisir sejumlah titik yang dicurigai.
"Medan dari sampai ke sini sekitar 2 jam atau 3 jam dari titik sini harus melakukan perjalanan," katanya.
Sebelumnya, sejumlah warga di sekitar lokasi di Leang-leang mengaku sempat mendengar suara serupa ledakan di sekitar lokasi itu.
Waktu diduga ledakan itu terdengar sama seperti yang dilaporkan bahwa pesawat ATR itu hilang kontak.
"Iya, sempat ada suara ledakan di daerah Gunung Lapiau, Leang-Leang," kata salah satu warga Maros, Daeng Bahar kepada wartawan, Sabtu sore.
Warga juga mengaku sempat melihat kepulan asap dari arah pegunungan setelah suara ledakan itu. Asap itu diduga berasal dari pesawat nahas tersebut.
"Ada juga tadi kepulan asap," kata warga lainnya, Iswan.
Terpisah, Humas Basarnas Makassar, Hamsidar menuturkan pihaknya telah menerima keterangan tersebut dan masih melakukan pendalaman lebih dulu.
"Informasi dari masyarakat terkait suara ledakan dan kepulan asap sudah kami terima. Namun saat ini kami belum bisa memastikan kebenarannya dan masih melakukan verifikasi di lapangan," kata Hamsidar.
Menurut Hamsidar saat ini tim SAR gabungan fokus pencarian keberadaan pesawat ATR tersebut setelah dilaporkan hilang kontak.
"Semua informasi dari masyarakat akan kami jadikan bahan pendukung dalam operasi pencarian," katanya.
Pesawat ATR itu diperkirakan hilang kontak sekitar sekitar Pukul 13.17 WITA. Pesawat itu diduga terjatuh di Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.
"Lokasi yang dicurigai titik terjatuhnya pesawat tersebut itu berada di Kawasan Taman Nasional, di bawah kaki Gunung Bulusaraung," kata jurnalis Transmedia, M Bakri mengutip CNN Indonesia TV, Sabtu (17/1).
Bakri menjelaskan titik koordinat yang diduga Basarnas Makassar menjadi titik jatuhnya pesawat itu berada di Kelurahan Leang-Leang yang berbatasan dengan Kabupaten Pangkep.
Meski begitu, Bakri menyampaikan masih belum bisa dipastikan apakah lokasi yang diduga tempat terjatuhnya pesawat itu betul atau tidak. Saat menyampaikan reportase, dia mengatakan Basarnas telah terjun ke lokasi dan tengah melakukan pencarian.
[Gambas:Video CNN]


