Polisi Periksa Kejiwaan 2 Pelaku Masturbasi di TransJakarta
Kepolisian menyebut bakal memeriksa kejiwaan dua pelaku masturbasi di dalam bus TransJakarta rute 1A. Sampai saat ini, polisi juga masih mendalami motif dua pria berinisial HW dan FTR tersebut.
"Ini masih kami dalami dengan psikolog forensik," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, Sabtu (17/1).
Onkoseno mengatakan pelaku FTR merabat alat kelamin pelaku HW hingga mengeluarkan cairan sperma. Menurutnya cairan sperma itu lalu mengenai baju korban.
"Jadi dua pelaku ini sama-sama laki-laki, Pelaku I merabat alat kelamin II sampai Pelaku II mengeluarkan sperma. Muncratan tersebut mengenai korban," ujar dia, melansir Detik.
Dia menjelaskan korban awalnya mengira cairan itu merupakan tetesan air AC. Namun, korban sadar setelah ada penumpang lain yang memergoki aksi pelaku.
Ia mengatakan kedua pelaku saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya terancam dengan hukuman maksimal satu tahun penjara.
"Sudah tersangka, direjat Pasal 406 KUHP Nasional tentang perbuatan asusial di muka umum," tuturnya.
Peristiwa ini terjadi di dalam bus TransJakarta koridor 1A rute Balai Kota - Pantai Maju, Kamis (15/1).
Saat kejadian penumpang sedang penuh. Dalam video yang beredar dan viral, banyak penumpang berdiri di dalam bus.
Mulanya ada seorang penumpang yang curiga dengan bau aneh di dalam bus. Penumpang pria tersebut lalu bertanya ke terduga pelaku.
Seorang penumpang lain kemudian sadar di pakaiannya ada cairan putih yang diduga cairan sperma pelaku. Kejadian ini direkam seorang penumpang dan beredar di media sosial dan viral.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi DPM, membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan pelaku sudah diserahkan ke kepolisian.
"Iya betul, ada kejadian itu. Karena ini ada aspek pidananya, petugas kami telah menyerahkan pelaku ke pihak yang berwajib," ujar Tjahyadi.
Pihak Transjakarta menyayangkan tindakan tidak senonoh pelaku di tengah bus yang sedang ramai penumpang. Transjakarta juga berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Secara internal kami akan lakukan briefing ke petugas untuk evaluasi agar kasus serupa tidak terjadi lagi," kata Tjahyadi.
(dmi/dmi)