3 Warga Tewas Dievakuasi Usai Kepulan Asap di Tambang Emas Bogor
Tim gabungan mengevakuasi tiga orang warga penambang di kawasan tambang emas Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sepekan setelah insiden kepulan asap.
Tiga korban tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kepolisian Sektor Nanggung Ajun Komisaris Polisi Ucup Supriatna mengatakan evakuasi dilakukan bersama tim emergency response PT Aneka Tambang (Antam) dan unsur terkait sejak Minggu (18/1) dini hari hingga Senin (19/1) pagi.
"Tiga korban yang berhasil dievakuasi dalam kondisi sudah meninggal," kata Ucup saat memberikan keterangan di Polsek Nanggung, Senin.
Ia menjelaskan evakuasi pertama dilakukan pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB hingga 04.00 WIB, dengan dua korban berhasil dievakuasi.
Evakuasi selanjutnya dilakukan kembali pada malam hari hingga Senin pagi dan ditemukan satu korban lainnya.
"Dua korban yang kita dapat yang pertama itu warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya. Kemudian yang satu lagi juga warga Desa Urug Sukajaya," ujarnya.
Ucup menyampaikan lokasi korban berada di titik yang bukan merupakan area operasional PT Antam dan berada di medan yang sulit dijangkau.
Proses evakuasi menghadapi tingkat kesulitan tinggi karena kondisi geoteknik yang tidak stabil serta masih adanya gas berbahaya di lokasi kejadian.
"Karena memang medannya berbahaya, salah satu anggota tim evakuasi tertimpa batu dan terluka di bagian bahu," ujarnya.
Ia menambahkan pihak kepolisian bersama unsur terkait masih melanjutkan pemantauan di lokasi dan membuka posko siaga bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya.
"Sampai saat ini kami membuka posko supaya warga yang merasa kehilangan keluarganya bisa melapor kepada kami," katanya.
Selain tiga penambang yang berhasil dievakuasi tim gabungan, terdapat penambang lain yang meninggal dunia akibat kepulan asap dan telah berhasil dievakuasi secara mandiri, yakni dua warga Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.
"Ada dua korban lagi yang di Desa Melasari, itu pun juga kami yang mendatangi ke sana setelah mendapatkan informasi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Region Jawa, CSR, dan Subdivisi PT Antam, Tbk., UBPE Pongkor Agustinus Toko Susetio menyatakan proses evakuasi dilakukan dengan risiko tinggi dan mengutamakan keselamatan petugas.
"Proses evakuasi berlangsung dengan risiko tinggi. Lokasi korban berada di medan yang sulit dijangkau dan berbahaya sehingga setiap langkah harus dilakukan dengan sangat hati-hati demi keselamatan petugas," katanya.
Ia menegaskan seluruh korban yang telah dievakuasi merupakan warga dan bukan karyawan maupun kontraktor PT Antam.
"Yang berhasil dievakuasi merupakan warga, bukan pegawai ataupun kontraktor Antam, dan berada di area nonoperasional yang seharusnya steril dari aktivitas penambangan," ujarnya.
Agustinus menambahkan seluruh korban yang telah dievakuasi telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
"Seluruh korban yang telah dievakuasi sudah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut," katanya.
Terkait kepulan asap di area tambang, ia menyampaikan penyebabnya masih dalam investigasi bersama aparat dan otoritas berwenang.
"Kami menunggu hasil penelusuran yang komprehensif agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan bertanggung jawab," ujarnya.
(antara/gil)