9 Tim Fokus Cari Korban Pesawat ATR 42-500 di Lokasi Penemuan Serpihan

CNN Indonesia
Selasa, 20 Jan 2026 11:23 WIB
Tim SAR gabungan mengumpulkan serpihan pesawat ATR 42-500 milik IAT di Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). (ANTARA FOTO/Muchtamir).
Makassar, CNN Indonesia --

Tim SAR gabungan fokus melakukan penyisiran di lokasi temuan barang dan serpihan pesawat pada hari keempat pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Ballocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

"Tim SAR kembali menyisir area-area yang sebelumnya telah ditemukan barang milik korban dan serpihan pesawat. Penyisiran dilakukan secara bertahap dan terukur menyesuaikan rencana operasi," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar dalam keterangannya, Selasa (20/1).

Arif menerangkan bahwa tim SAR pada hari ini dibagi menjadi 9 tim Search and Rescue Unit (SRU), memfokuskan pencarian pada sektor-sektor yang telah terpetakan berdasarkan koordinat temuan korban, barang milik korban, serta bagian badan pesawat. Lokasi kejadian berada di kawasan tebing curam dengan perkiraan kedalaman ratusan meter dari puncak.

"SRU 1 hingga SRU 5 melaksanakan penyisiran di beberapa terapan yang menjadi titik temuan awal, antara lain lokasi korban pertama, serpihan dan jendela pesawat, mesin pertama dan tangga kursi, lokasi temuan korban kedua beserta barang pribadi, hingga area sayap dan mesin kedua pesawat di sekitar air terjun," jelasnya.

Sedangkan, SRU 6 melakukan pemeriksaan lanjutan di lokasi ekor pesawat ditemukan yang berada di kedalaman sekitar 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.

Kemudian untuk proses evakuasi, kata Arif SRU 7 melaksanakan pemindahan korban menuju area persawahan Kampung Baru, dengan pengamanan jalur evakuasi oleh SRU 8.

Dari sektor udara, SRU 9 melaksanakan penyisiran menggunakan unsur helikopter dari Lanud Hasanuddin menuju kawasan pegunungan Bulusaraung untuk menyisir seluruh sektor pencarian dan memperkuat pemetaan lokasi bagi tim darat.

"Seluruh SRU bekerja berdasarkan data koordinat dan hasil temuan di lapangan. Medan yang curam dan cuaca ekstrem masih menjadi tantangan, namun operasi tetap dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan personel," pungkasnya.

(mir/ugo)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK