Polisi Tangkap Guru Diduga Cabuli 16 Murid SD di Tangsel
Polres Tangerang Selatan menangkap seorang guru yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap belasan muridnya di sebuah SDN Kota Tangerang Selatan, Senin (19/1) kemarin.
Terduga pelaku berinisial YP (55) ditangkap sekitar pukul 19.00 WIB usai keluarga korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Tangsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benar, pada tanggal 19 Januari 2026 kami menerima laporan polisi terkait dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak. Sekitar pukul 19.00 WIB, terduga pelaku sudah kami amankan," kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Wira Graha Setiawan saat ditemui di Polres Tangsel, Serpong, Selasa (20/1).
YP ditangkap saat berada di rumahnya yang terletak di Kampung Sawah, Ciputat, Tangsel. Tak ada perlawanan saat proses penangkapan dilakukan.
"Kita lakukan pendekatan secara persuasif dan setelah itu langsung kita bawa ke Polres Tangerang Selatan," ujar Wira.
Berdasarkan laporan awal, kata Wira, jumlah korban yang tercatat yakni sebanyak sembilan anak. Namun, setelah dilakukan pendalaman oleh penyidik, polisi menemukan adanya korban lain.
"Pada saat pembuatan laporan terdapat sembilan korban. Dari hasil pemeriksaan lanjutan, kami mengidentifikasi sehingga menjadi 16 korban," katanya.
Wira mengatakan saksi yang sudah diperiksa sebanyak 16 orang, yang terdiri dari korban dan orang tua korban.
Pemeriksaan juga melibatkan pihak sekolah dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Dari hasil pemeriksaan sementara, dugaan pelecehan dilakukan di lingkungan sekolah dan berlangsung dalam rentang waktu yang cukup panjang.
"Dari hasil pemeriksaan dan kita masih dalami juga, kita temui bahwa periodenya dari tahun 2023 hingga Januari 2026 dan berlangsung di satu sekolah di wilayah Kota Tangerang Selatan," katanya.
Dalam aksinya, kata Wira, guru tersebut memberikan uang kepada korban.
"Setelah melakukan pelecehan seksual terhadap anak dia memberikan uang untuk uang jajan sekitar dari Rp5.000 hingga Rp10.000," ujarnya.
Lebih lanjut, Wira mengungkap seluruh korban yang teridentifikasi berjenis kelamin laki-laki. Polisi juga telah menyita satu unit telepon genggam milik guru tersebut yang diduga berisi dokumentasi terkait perbuatan tersebut.
"Kita amankan satu buah handphone dan kita juga masih dalami terhadap handphone tersebut, karena dari hasil pemeriksaan memang setelah melakukan perbuatan terduga pelaku mendokumentasikan di handphone tersebut," katanya.
(fra/arl/fra)[Gambas:Video CNN]


