Rumah Pilot Pesawat ATR 42-500 Jatuh Dipenuhi Karangan Bunga

CNN Indonesia
Selasa, 20 Jan 2026 21:20 WIB
Karangan bunga ucapan duka cita memenuhi rumah Captain Andy Dahananto, pilot ATR 42-500, pascakecelakaan pesawat di Sulawesi Selatan. Keluarga menunggu kabar.
Sejumlah karangan bunga ucapan duka cita mulai memenuhi rumah Pilot Pesawat ATR 42-500, Captain Andy Dahananto, di Perumahan PWS, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (20/1). (CNN Indonesia/Dodi Wahyudi)
Tangerang, CNN Indonesia --

Sejumlah karangan bunga ucapan duka cita mulai memenuhi rumah Pilot Pesawat ATR 42-500, Captain Andy Dahananto, di Perumahan PWS, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (20/1).

Pantauan CNNIndonesia.com di rumah Captain Andy, karangan bunga terus berdatangan dari para kerabat, rekan seprofesi, hingga pejabat daerah.

Karangan bunga itu dipajang di depan rumah, meski hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kondisi Captain Andy usai kecelakaan pesawat di Sulawesi Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa karangan bunga itu berasal dari Presiden Direktur Lion Group Captain Daniel Putut, Juanda Flying School Batch 6, unsur pimpinan DPRD Kabupaten Tangerang, DPC Partai Gerindra Kabupaten Tangerang, hingga Wakil Bupati Tangerang.

Adik ipar Captain Andy, Agus Mahardiyanto mengatakan pihak keluarga masih menunggu informasi resmi dari pihak berwajib mengenai perkembangan proses pencarian para korban.

"Belum ada informasi terbaru. Sampai sekarang kami masih menunggu kepastian informasi dari otoritas terkait," kata Agus di rumah duka.

Agus menyebut, istri dan anak sulung Captain Andy masih berada di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk menjalani pencocokan DNA terhadap sejumlah korban yang telah ditemukan.

"Keluarga belum pulang, masih di sana," ujarnya.

Agus meminta publik untuk membantu mendoakan agar proses pencarian dapat berjalan lancat sehingga para korban dapat segera ditemukan.

"Mohon doa ya, mudah-mudahan segera ada kabar baik," ujarnya.

Agus menjelaskan, pesawat ATR 42-500 yang diterbangkan Captain Andy dijadwalkan mendarat di Makassar pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 12.17 WIB.

Namun hingga satu jam kemudian, pesawat tersebut belum mendarat dan dinyatakan hilang kontak oleh pihak maskapai.

"Secara feeling, kalau yang dalam dunia penerbangan yang namanya hilang kontak, ya pasti ada sesuatu yang tidak biasa," ungkapnya.

Sebagai informasi, pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport mengalami kecelakaan di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan, saat melakukan penerbangan rute Yogyakarta - Makassar pada Sabtu (17/1/2026).

Pesawat tersebut membawa 10 orang. Hingga saat ini, dua jenazah telah ditemukan, sementara proses pencarian dan identifikasi korban lainnya masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.(dod)

(fra/dod/fra)


[Gambas:Video CNN]