Bertemu Royal Foundation, Menhut Soroti Konflik Manusia-Satwa Liar
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan pemerintah tengah berupaya mengurangi konflik antara manusia dengan satwa liar. Salah satu yang disorot adalah konflik antara manusia dengan gajah di Sumatra.
Ia menyebut pemerintah telah menyusun peta jalan mitigasi konflik yang ditargetkan dapat menekan resiko hingga 75 persen pada 2030.
"Peta jalan mitigasi konflik manusia-gajah menargetkan 75 persen konflik dapat dikelola secara efektif dan penurunan risiko hingga 75 persen pada 2030," kata Raja Juli dalam keterangannya, Selasa (20/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raja Juli menyampaikan itu dalam acara Lunch Meeting with The Royal Foundation di London, Inggris.
Royal Foundation sendiri merupakan lembaga filantropi berbasis di Inggris yang didirikan keluarga kerajaan Inggris yaitu Prince William dan istrinya, Kate Middleton untuk mendukung inisiatif global di bidang pelestarian lingkungan, aksi iklim, kesehatan mental, dan pemberdayaan masyarakat.
Raja Juli juga menjelaskan dalam menekan kejahatan satwa liar, Indonesia memperkuat patroli di habitat kritis, meningkatkan pengawasan di bandara dan pelabuhan, serta memulangkan satwa hasil perdagangan ilegal ke habitat alaminya.
"Menandatangani nota kesepahaman dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia untuk mencegah perdagangan ilegal flora dan fauna dilindungi melalui sistem elektronik," ucapnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Raja Juli juga membahas ihwal pengakuan hutan adat sebagai strategi konservasi nasional. Ia menyampaikan bahwa Indonesia menargetkan penetapan 1,4 juta hektare hutan adat.
"Sepanjang 2025, kemajuan nyata telah dicapai, dengan sejumlah unit hutan adat yang sedang melalui tahapan penetapan, konsolidasi, verifikasi, hingga penetapan hukum," ujar dia.
Lihat Juga : |
[Gambas:Video CNN]

