Rumah di Bali Ambruk Diterjang Banjir, Ibu dan Balita Terseret Arus

CNN Indonesia
Rabu, 21 Jan 2026 15:07 WIB
Sebuah rumah di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kabupaten Tabanan, Bali, ambruk tertimpa tembok pondasi akibat luapan air di aliran sungai.
Sebuah rumah di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kabupaten Tabanan, Bali, ambruk tertimpa tembok pondasi akibat luapan air di aliran sungai. Dok. Basarnas
Bali, CNN Indonesia --

Sebuah rumah di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kabupaten Tabanan, Bali, ambruk tertimpa tembok pondasi akibat luapan air di aliran sungai atau subak Jemanik pada Rabu (21/1) dini hari.

Akibat peristiwa tersebut ibu dan seorang anak balitanya dikabarkan hilang terseret arus. Diketahui identitas korban yaitu, Yuliana Da Costa Makun (29) dan Audrey Natania Banafanu (1,5).

"Hingga siang ini keduanya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan," kata Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Dudy Librana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.00 WITA. Hujan deras sejak Selasa (20/1) malam mengakibatkan debit air naik. Kondisi diperburuk dengan robohnya tembok yang menyebabkan air bah langsung menghantam bagian belakang rumah korban. Seketika rumah ambruk dan hanyut terbawa arus.

"Setelah pelaksanaan briefing, upaya pencarian kita lanjutkan dengan membagi tim menjadi dua search and rescue unit (SRU) yaitu darat dan sungai. Pencarian kami optimalkan sejauh dua km dari lokasi hilangnya korban," imbuhnya.

Saat ini, seluruh unsur SAR gabungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Tabanan, TNI maupun Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan dan masyarakat ikut membantu dalam proses pencarian.

"Hingga siang ini, upaya pencarian sorti pertama masih terus berlangsung. Selanjutnya akan dievaluasi terkait kendala di lapangan. Jika tidak ada kendala pencarian akan diperluas hingga ke muara sungai," ujarnya.

(kdf/isn)


[Gambas:Video CNN]