Banjir 2,5 Meter Kembali Rendam Cikande Tangerang
Banjir setinggi 2,5 meter kembali merendam Perumahan Taman Cikande, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (22/1).
Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, banjir merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian air yang bervariatif, antara 70 cm hingga 2,5 meter.
Perahu evakuasi disiagakan untuk membantu mobilitas dan proses evakuasi warga di kawasan terdampak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlihat sejumlah warga sibuk menyelamatkan barang-barang berharga, termasuk peralatan elektronik dan dokumen penting.
Sementara itu, jalan lingkungan yang terhindar dari banjir tampak dipadati oleh puluhan kendaraan roda dua dan roda empat milik warga yang rumahnya terendam.
Selain itu, dapur umum dan posko pengungsian kembali dioperasikan untuk membantu warga yang terdampak banjir.
Komandan Regu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pos Cisoka, Guruh, mengatakan banjir merendam dua rukun warga (RW) di Perumahan Taman Cikande, yakni RW 02 dan RW 03.
"Saat ini yang telah terkonfirmasi sekitar 122 keluarga terdampak," kata Guruh.
Guruh menyebut, sebagian warga telah mengungsi ke rumah kerabat dan posko pengungsian, sementara terdapat warga lainnya masih bertahan di rumah masing-masing.
Ia memprediksi, ketinggian air berpotensi terus meningkat lantaran aliran Sungai Cidurian terus meluap dan diperparah oleh curah hujan tinggi.
"Titik banjir terdalam berada di RT 04 RW 03, dengan ketinggian air mencapai 2,5 meter," katanya.
Sementara itu Ketua RW 03 Perumahan Taman Cikande, Victor Silaen menyebut, banjir kali ini lebih parah dibandingkan banjir yang terjadi pada 13 Januari 2026 lalu.
"Kemarin sudah sempat surut, tapi kemarin Rabu sekitar jam 10 malam sudah meluap lagi aliran Sungai Cidurian itu dan terus meningkat sampai saat ini," ujarnya.
Ia menambahkan warga saat ini membutuhkan tambahan bantuan logistik karena persediaan dari banjir sebelumnya telah habis.
"Bantuan logistik dari banjir kemarin itu sudah habis, dan sekarang kami membutuhkan lagi. Semoga dipercepat penyaluran bantuan yang kami butuhkan," katanya.
(fra/dod/fra)[Gambas:Video CNN]

