Hujan Badai di Tangerang: Atap Sekolah Ambruk hingga Pohon Tumbang
Hujan badai menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (22/1). Sejumlah atap bangunan terbawa angin hingga pohon-pohon tumbang.
Atap ruang kelas di SMAN 5 Kabupaten Tangerang, Banten, ambruk akibat hujan disertai angin kencang ini. Sebanyak 12 siswa dilaporkan mengalami luka-luka akibat tertimpa puing plafon.
Kepala Seksi SMA pada Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Nunung Syarif Hidayat mengatakan peristiwa itu terjadi ketika 35 siswa kelas X tengah mengikuti pembelajaran di dalam ruang kelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadiannya saat melaksanakan pembelajaran, jadi anak-anak tidak sempat lari," ujar Syaeful.
Lihat Juga : |
Akibat insiden tersebut, kata Nunung, sebanyak 12 siswa mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan di unit kesehatan sekolah (UKS).
Sementara, kegiatan belajar mengajar di kelas tersebut dihentikan dan ruang belajar yang ambruk itu tidak digunakan hingga proses perbaikan selesai.
"Korban berjumlah 12 orang, terdiri dari 2 laki-laki dan 10 perempuan dan segera diobati di UKS," tuturnya.
Selain mengalami luka fisik, para siswa juga mendapati trauma hebat. Karenanya, kata Nunung, para siswa diperkenankan untuk tidak masuk sekolah dan metode pembelajaran dialihkan secara daring.
"Demi keselamatan para guru dan siswa maka diputuskan para siswa untuk dipulangkan," tuturnya
Pohon tumbang
Sejumlah atap ruko di Perumahan Adiyasa, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten pada Kamis sore. Atap tersebut berserakan ke jalan raya.
Angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Akibatnya, akses lalu lintas di wilayah itu terhambat.
"Kejadiannya saat hujan deras sore tadi, saya sudah lapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Polsek Cisoka," ujar Camat Solear, Rizkia Nurul Fajar.
Ia memastikan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut, hanya saja menimbulkan kerugian materi yang dialami oleh para pemilik ruko. Namun hingga kini, jumlah ruko yang terdampak serta nilai kerugian masih dalam pendataan.
"Kita belum bisa menghitung berapa kerugian, dan berapa jumlah ruko yang terdampak," jelasnya.
Lihat Juga : |
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengungkapkan, saat ini pihaknya telah menerjunkan personel untuk mengevakuasi puing-puing atap ruko yang berserakan di jalan dan pohon tumbang.
"Kita sudah menerima laporan, dan petugas sudah berjalan ke TKP," ujar Taufik.
(fra/dod/fra)[Gambas:Video CNN]


