Banjir di Tangerang: Warga Dievakuasi Rakit Bambu hingga Truk Damkar

CNN Indonesia
Jumat, 23 Jan 2026 19:10 WIB
Banjir kepung wilayah Ciledug Tangerang, warga dievakuasi pakai truk ambulans. (CNN Indonesia/Dodi Wahyudi)
Tangerang, CNN Indonesia --

Petugas gabungan mengevakuasi empat bayi atau balita dan lansia sakit yang membutuhkan cuci darah, akibat rumah mereka di Perumahan Puri Kartika Baru, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, terendam banjir, Jumat (23/1).

Proses evakuasi menggunakan perahu karet, dimana petugas gabungan berjalan kaki menerjang banjir di RW 09, Perumahan Puri Kartika Baru.

Sebelumnya, warga bertahan di lantai dua rumah namun karena tidak ada listrik sementara balita membutuhkan air panas, maka memilih untuk mengungsi di Aula Kelurahan Tajur. Selain balita, petugas juga melalukan evakuasi menuju Puskesmas terhadap salah seorang lansia yang membutuhkan cuci darah.

Kasi Trantib Kecamatan Ciledug, Agung Wibawa mengatakan perumahan Puri Kartika terendam banjir dengan ketinggian 140 centimeter sejak Jumat dinihari akibat luapan Kali Angke.

"Kondisi tersebut membuat 620 warga mengungsi di aula Kelurahan Tajur, dan memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi mulai dari makanan logistik hingga kesehatan," pungkas Agung.

Evakuasi pasien dengan truk damkar

Sementara Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Korban Ciledug, BPBD Kota Tangerang menggunakan truk pemadam kebakaran (damkar) untuk mengevakuasi pasien lansia menuju rumah sakit pada Jumat (23/1) siang.

Hal tersebut dilakukan karena rumah pasien di Jalan Raden Saleh, Kelurahan Karang Mulya, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang terendam banjir dan tidak memungkinkan menggunakan mobil ambulance.

Evakuasi dilakukan petugas damkar dengan mengangkat pasien yang terbaring di atas kasur berikut tabung oksigen sebagai alat bantu pernafasan pasien ke atas truk.

Komandan Regu 3 UPT Damkar Ciledug, Syuhada mengakui mobil ambulance tidak memungkinkan menjangkau rumah pasien, karena selain rumah akses jalan menuju rumah juga terendam banjir dengan ketinggian 50 hingga 70 centimeter.

Untuk itu, digunakan truk pengangkut perahu untuk mengevakuasi pasien, karena lebih tinggi sehingga memudahkan untuk menerjang genangan banjir menuju rumah sakit.

"Kami menerima laporan adanya orang sakit yang harus di evakuasi, jadi kami melakukan evakuasi tersebut dengan truk karena memang akses jalan tidak bisa dilalui dengan kendaraan ambulance, " ungkapnya.

Petugas kekurangan peralatan evakuasi di Jayanti Tangerang

Sementara itu evakuasi usai banjir yang mengepung Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang evakuasi terkendala karena sarana dan prasarana terbatas, terutama perahu karet.

Camat Jayanti, Yandri Permana mengatakan, banjir yang melanda empat desa di wilayahnya belum sepenuhnya tertangani lantaran minimnya peralatan evakuasi korban.

"Kendala kami itu kekurangan perahu karet untuk mengevakuasi warga terdampak," kata Yandri.

Menurut Yandri, banjir di Kecamatan Jayanti itu tersebar di Desa Cikande, Jayanti, Pasir Gintung, dan Pasir Muncang, dengan total warga terdampak mencapai 2.884 jiwa. Dari jumlah tersebut, lebih dari 500 warga telah berhasil dievakuasi.

"Titik terparah itu ada di RT 04, RW 03, Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, tingginya mencapai 4 meter," jelasnya.

Pantauan CNNIndonesia.com, di lokasi banjir Perumahan Taman Cikande menunjukkan, terdapat dua perahu karet serta sejumlah rakit bambu yang digunakan untuk mengevakuasi warga terdampak dan mendistribusikan logistik.

Perahu itu bukan hanya menjadi sarana evakuasi manusia, melainkan juga menjadi alat transportasi mengangkut barang-barang milik warga yang hendak diamankan ke lokasi yang tak terendam.

Petugas gabungan terlihat hilir mudik menerjang banjir untuk mengevakuasi korban, terutama lansia, balita, penyandang disabilitas, dan warga yang sedang sakit.

Selain keterbatasan peralatan, Yandri menyebut pihaknya juga kekurangan personel untuk membantu proses evakuasi dan penyaluran bantuan untuk warga terdampak.

"Warga yang dievakuasi umumnya rumahnya terendam lebih dari satu meter. Ada lansia sakit stroke, balita, hingga warga difabel yang menjadi prioritas evakuasi," ujarnya.

(dod/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK