Hide Ads

Bupati Bandung Barat Tetapkan Darurat Bencana Longsor di Cisarua

CNN Indonesia
Sabtu, 24 Jan 2026 14:05 WIB
Bupati Kabupaten Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menetapkan status darurat bencana menyusul longsor yang menewaskan warga.
Bupati Kabupaten Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menetapkan status darurat bencana menyusul longsor yang menewaskan warga. (Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung, CNN Indonesia --

Bupati Kabupaten Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menetapkan status darurat bencana menyusul longsor yang terjadi di wilayahnya dan menimbulkan korban dalam jumlah besar.

Penetapan status tersebut dilakukan untuk mempercepat proses penanganan, pencarian korban, serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tetapkan per hari ini darurat bencana, karena korban cukup banyak," ujar Jeje pada Sabtu (24/1).

Ia menegaskan pemerintah daerah akan memperkuat langkah mitigasi bencana, mengingat wilayah Bandung Barat dan Jawa Barat secara umum merupakan daerah rawan bencana.

"Kami akan melakukan koordinasi secara masif, terutama di daerah rawan seperti perbukitan dan tanah miring," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Dengan status darurat bencana ini, seluruh sumber daya daerah akan dimaksimalkan untuk penanganan korban dan upaya pencegahan bencana serupa di masa mendatang.

Hingga Sabtu (24/1) siang, longsor itu telah menelan korban jiwa dan berdampak pada ratusan warga. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat 113 warga terdampak dalam peristiwa tersebut.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa dari total korban terdampak, 23 orang berhasil selamat dan telah dievakuasi ke tenda darurat yang disiapkan pemerintah.

"Dari 113 warga yang tertimpa longsor, 23 selamat dan sudah kita amankan. Kemudian ada 8 orang ditemukan meninggal dunia, dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian," ujar Herman di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, proses pencarian korban saat ini dikoordinasikan langsung oleh Bupati Kabupaten Bandung Barat dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, BPBD, dan Basarnas.

Mereka memastikan penanganan korban selamat menjadi prioritas utama sembari menunggu kondisi cuaca dan medan yang lebih aman untuk melanjutkan proses evakuasi.

(csr/chri)