Cuaca Ekstrem Hambat Evakuasi Longsor Cisarua, 400 Warga Mengungsi

CNN Indonesia
Sabtu, 24 Jan 2026 22:15 WIB
Ilustrasi. Longsor di cisarua, proses evakuasi terhambat karena faktor cuaca. (ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia --

Proses pencarian korban longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, hingga kini masih menghadapi sejumlah kendala. Hujan deras yang terus mengguyur lokasi kejadian menjadi faktor utama yang menyulitkan tim gabungan dalam melakukan operasi evakuasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin, mengatakan tim gabungan dari Basarnas dan SAR sebenarnya telah siap diterjunkan ke area terdampak. Namun, kondisi cuaca yang belum bersahabat membuat proses pencarian belum bisa dilakukan secara optimal.

"Tim gabungan Basarnas dan SAR sudah siap, tetapi lokasi terus diguyur hujan. Ini menyulitkan proses pencarian," ujar Bambang di lokasi kejadian.

Selain faktor cuaca, kendala juga muncul dari penggunaan alat berat. Meski alat berat dari BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah disiagakan, akses menuju lokasi longsor masih dalam tahap koordinasi.

"Alat berat sudah ada dan siap di atas, tapi akses jalannya masih kami koordinasikan. Kondisi tanah juga masih lembek dan masih ada pergerakan material," jelasnya.

Bambang menambahkan, area pencarian korban tergolong luas, membentang sekitar tiga kilometer, mulai dari wilayah Mahkota hingga sisi kiri lokasi terdampak. Kondisi tersebut menuntut kehati-hatian ekstra agar tidak membahayakan petugas di lapangan.

Terkait data korban, Bambang menyebutkan jumlah warga terdampak sementara tercatat sebanyak 113 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang telah ditemukan. Tujuh korban di antaranya sudah teridentifikasi, sementara dua korban lainnya masih dalam proses pencarian.

"Delapan korban ini ditemukan di beberapa titik berbeda di area pencarian," katanya.

Untuk penanganan korban dan warga terdampak, BPBD telah menyiapkan sejumlah pos, mulai dari pos utama hingga pos lapangan yang tersebar di beberapa titik. Pos tersebut antara lain berada di Basarnas serta SKPDB wilayah Jangkau Tanjang.

Saat ini, kebutuhan mendesak para pengungsi meliputi matras, selimut, dan bahan kebutuhan pokok, mengingat mereka masih bertahan di lokasi pengungsian. Bantuan logistik dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun mulai berdatangan.

Adapun jumlah warga yang mengungsi akibat bencana longsor ini diperkirakan mencapai sekitar 400 orang.

(csr/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK