Wapres Tinjau Pengungsi Longsor Bandung Barat

CNN Indonesia
Minggu, 25 Jan 2026 12:49 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi posko pengungsian bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang saat ini mengungsi di Kantor Desa Pasirlangu, Minggu (25/1). (CNN Indonesia/Cesar).
Bandung, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi posko pengungsian bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang saat ini mengungsi di Kantor Desa Pasirlangu, Minggu (25/1).

Hadir juga Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah.

Selain menemui warga terdampak, Wapres juga meninjau langsung kawasan permukiman yang rusak akibat longsor.

Di hadapan para pengungsi, Gibran menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk mengevakuasi seluruh korban yang masih tertimbun material longsoran dengan mengerahkan seluruh sumber daya secara maksimal selama 24 jam.

"Tadi saya habis ngecek lokasi, terus kita upayakan semua untuk mencari korban atas kejadian ini," ujar Gibran.

Gibran juga menginstruksikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk memberi perhatian khusus pada kelompok rentan, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, ibu menyusui, perempuan, dan anak-anak. Ia menekankan pentingnya pemantauan kesehatan rutin serta pemenuhan kebutuhan logistik pengungsi.

"Petugas kesehatan harus ada dan tepat sasaran," kata dia.

Selain penanganan darurat, Wapres meminta pemerintah daerah segera menyiapkan lokasi relokasi bagi warga yang rumahnya rusak atau hancur akibat longsor. Lokasi relokasi diharapkan tidak jauh dari tempat tinggal sebelumnya agar aktivitas warga tetap berjalan.

"Segera sosialisasikan untuk relokasi ini," kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii, menyampaikan bahwa operasi SAR dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur lintas kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri di wilayah Jawa Barat.

"Saya sampaikan dalam operasi Sar ini adalah badan sar nasional dibantu seluruh kementerian lembaga khususnya tni polri yang ada di Jabar," ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil asesmen awal di kawasan longsor menunjukkan perlunya pembagian sektor pencarian dari area mahkota longsor hingga ke lidah longsoran. Saat ini, sekitar 250 personel terlatih dikerahkan dalam operasi SAR, dengan total kekuatan gabungan mencapai 450 personel termasuk unsur pendukung.

"Setelah kita melakukan asesmen awal dari titik yang menjadi mahkota longsor hingga di lidah longsoran kita bagi beberapa sektor. sekarang yang tergabung operasi sar ini ada 250 personel terlatih. Kemudian dalam gabungan operasi termasuk pendukung ada 450 yang terdata," jelasnya.

Dalam mendukung operasi pencarian, Basarnas juga mengerahkan dua unsur udara dengan total 12 unit drone, serta personel darat dan alat berat yang telah disiagakan. Namun demikian, penggunaan alat berat masih dibatasi karena kondisi material longsoran yang masih sangat labil.

"Alat berat belum bisa masuk karena kondisi longsoran ini masih dalam bentuk pasir yang bubur pasir sehingga operasi sar bertahap ini dikoordinir oleh sar bandung," kata Syafii.

Ia menambahkan, seluruh unsur di lapangan akan bekerja secara optimal guna menemukan seluruh korban yang diperkirakan masih berjumlah sekitar 80 orang. Pada hari yang sama, tim K9 dari TNI dan Polri juga mulai diterjunkan untuk membantu proses pencarian, dengan dukungan modifikasi cuaca yang dikoordinasikan BNPB.

"Unsur terlibat di lapangan dari koordinator sampai unsur pengamanan akan bekerja optimal mungkin agar bisa menemukan seluruh korban ini di mana informasi ini ada sekitar 80 orang," ujarnya.

"Hari ini juga ada K9 dari TNI dan Polri akan dikerahkan dalam membantu proses penemuan korban dan mudah"an cuaca bisa membantu sudah modifikasi cuaca dan langsung dalam koordinator pemerintah dalam hal ini BNPB ini sekarang masuk dalam klaster disaster karena ini kejadian oleh hidrometeorologi," lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Menko PMK Pratikno memastikan bahwa operasi pencarian korban dilakukan tanpa henti selama 24 jam. Menurutnya, jumlah korban yang masih tertimbun cukup besar sehingga penanganan harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

"Operasi SAR dilakukan 24 jam non-stop, mengingat masih terdapat sekitar 83 warga yang dalam pencarian. Selain itu, penanganan korban terus dilakukan secara maksimal, mulai dari proses identifikasi hingga penyerahan jenazah kepada keluarga secara bermartabat, perlindungan dan pelayanan pengungsi, serta upaya pencegahan bencana susulan," kata Praktino usai meninjau pengungsi di Kantor Desa Pasirlangu.

Pratikno menjelaskan, penanganan bencana dilakukan melalui empat klaster utama. Klaster pertama adalah SAR, yang dipimpin Basarnas untuk proses evakuasi di lokasi longsor hingga pemindahan korban ke rumah sakit rujukan seperti RS Cililin dan RS Serang.

"Pos-pos kesehatan beroperasi selama 24 jam, didukung sejumlah ambulans dan mekanisme rujukan yang selalu siaga. Layanan trauma healing juga disediakan bagi para korban terdampak," kata dia.

Klaster kedua mencakup logistik, di mana pemerintah memastikan ketersediaan kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari bahan pangan hingga perlengkapan pendukung. Klaster ketiga adalah perlindungan sosial yang melibatkan Kementerian Sosial, Dinas Sosial, serta BPBD provinsi dan kabupaten. Sementara klaster keempat berfokus pada penyiapan infrastruktur untuk mencegah bencana lanjutan serta mendukung kebutuhan warga terdampak.

"Pemerintah pusat bersama TNI, Polri, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta para relawan terus berkoordinasi dan bekerja keras untuk melindungi serta menyelamatkan warga," papar Pratikno.

Ia juga menyebutkan bahwa Wakil Presiden telah melakukan pembahasan bersama Wakil Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bandung Barat terkait rencana relokasi warga, termasuk percepatan penentuan lokasi yang aman guna meminimalkan risiko bencana susulan.

(csr/ugo)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK