Noel Ebenezer Tuding Partai dengan Huruf 'K' Terlibat di Kasusnya
Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamemaker) Immanuel Ebenezer alias Noel menuding adanya ormas dan partai yang terlibat dalam kasus pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kemnaker.
Hal itu ia sampaikan jelang sidang agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (26/1).
Awalnya, Noel mengungkap ormas yang terlibat bukanlah ormas yang berbasis agama.
"Ormasnya dulu lah ya, ormasnya yang jelas tidak berbasis agama," ungkap Noel.
Sementara untuk partai, Noel memberikan kisi-kisi dengan mengatakan ada huruf 'K' dalam partai yang dimaksud.
"Partainya ada huruf K nya. Udah itu dulu clue nya ya," ungkapnya.
Namun, Noel belum mau mengungkap secara detail ormas dan partai tersebut. Ia hanya mengatakan ada aliran uang ke ormas dan partai yang dimaksud.
"Enggak, saya enggak mau nyebutin dulu," ujarnya.
"Alirannya bukan terlibatnya, alirannya," sambungnya.
Dalam perkara ini, Noel didakwa melakukan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi K3 dengan nilai totalRp6,5 miliar.
Noel disebut mendapat uang sejumlah Rp70.000.000,00.
Noel didakwa melanggar Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf b juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 20 huruf c KUHP juncto Pasal 127 ayat (1) KUHP.
Dia juga didakwa menerima gratifikasi sejumlah Rp3.365.000.000,00 dan satu unit sepeda motor Ducati Scrambler warna biru dongker.
Uang dan sepeda motor diberikan oleh ASN Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak swasta.
Atas perbuatannya, Noel didakwa melanggar Pasal 12 B juncto Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 127 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
(fam/gil)