Mahasiswa-Warga Tutup Jalur Trans Sulawesi 3 Hari, Tuntut Pemekaran
Jalur trans Sulawesi yang berada di Kabupaten Luwu Utara dan Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditutup total oleh sejumlah masyarakat dan mahasiswa yang menuntut pemekaran atau pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.
Aksi penutupan jalur trans Sulawesi tersebut berlangsung sejak hari Jumat (23/1) hingga Senin (26/1). Sejumlah masyarakat yang hendak keluar maupun menuju Makassar atau kabupaten lainnya di Sulsel tidak dapat melalui jalur tersebut.
"Iya, masih (penutupan jalan)," kata Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu kepada CNNIndonesia.com, Senin (26/1).
Sementara itu, Kapolres Luwu Utara, AKBP Anugerah mengatakan pihaknya telah melakukan upaya secara persuasif agar masyarakat dapat membuka blokade jalan.
"Aksinya sudah berlangsung selama tiga hari," kata Anugerah kepada CNNIndonesia.com.
Terpisah, Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman mengatakan bahwa aksi blokade jalan secara tidak langsung telah menyusahkan masyarakat Luwu sendiri.
"Karena kalau ada yang sakit orang Luwu kemudian dirujuk dan seterusnya, termasuk suplai kebutuhan pokok, khususnya bahan bakar selama ini kalau mobil tangki suplai dari Pertamina terhalang itu, itu pemicunya terjadi kelangkaan BBM, ujungnya adalah kenaikan harga, kalau harga naik yang rugi adalah rakyat sendiri," kata Jufri.
Meski demikian, Jufri mengklaim telah mendapatkan informasi jika jalur trans Sulawesi telah dibuka oleh warga dan mahasiswa yang menuntut adanya pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.
"Saya mendengar kabar bahwa akses ke Masamba yang selama ini ditutup sudah mulai terbuka," ujarnya.
Jufri meminta kepada seluruh kepala daerah di tanah Luwu untuk tetap mengedepankan kepentingan masyarakat luas.