Panglima TNI Pastikan Tindak Tegas 5 Prajurit Keroyok Guru di Talaud
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan 5 anggota TNI AL yang mengeroyok seorang guru SMK berinisial BS di Pelabuhan Umum Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) akan ditindak tegas.
Agus mengatakan KSAL Laksamana Muhammad Ali telah mengambil langkah-langkah untuk merespons peristiwa itu.
"KSAL sudah membuat langkah-langkah ke dalam dan ke luar. Ya ke dalamnya nanti akan diproses, kemudian ke luarnya sudah minta maaf ke keluarganya," kata Agus di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (26/1)
"Pokoknya kalau berbuat yang tidak sesuai, akan kita tindak tegas ya. Masih banyak prajurit yang baik," imbuh dia.
Agus mengatakan pihaknya akan melihat tingkat kesalahan para prajurit itu untuk memberi hukuman.
"Ya nanti kita lihat, kan tidak langsung dipecat lah. Kita lihat kesalahannya apa. Ada, ada langkah-langkahnya juga dalam penyelesaian hukum ya," ujarnya.
Tokoh adat Talaud, Godfried Timpua sebelumnya menuturkan pengeroyokan dipicu saat korban yang sedang memancing di pelabuhan menegur anggota TNI AL yang diduga mabuk. Teguran dari korban membuat para pelaku kesal hingga melakukan pengeroyokan.
"Korban bermaksud menegur karena sudah mengganggu kenyamanan para pemancing dan masyarakat yang sedang santai di pelabuhan. Tak terima ditegur anggota TNI AL bersama teman-temannya langsung mengeroyok korban sampai babak belur," ucap Godfried kepada detikcom, Minggu (25/1).
Pengeroyokan TNI AL terhadap guru di Talaud ini memicu demo protes warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat hingga berujung ricuh di Mako Lanal Melonguane pada Jumat (23/1).
Demonstrasi berlangsung ricuh saat massa memaksa masuk ke dalam Mako Lanal Melonguane. Massa dan prajurit TNI AL terlibat saling dorong hingga sejumlah fasilitas dirusak.
(fra/yoa/fra)