Guru SD di Tangsel Dipolisikan Gara-gara Nasihati Murid
Polres Tangerang Selatan menyelidiki laporan dugaan kekerasan verbal yang melibatkan seorang guru sekolah dasar di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Kasus ini viral di media sosial hingga dibuat petisi di laman change.org.
Dalam posting yang viral, guru SDK Mater Dei bernama Christiana Budiyati yang akrab disapa Bu Budi, disebut dilaporkan ke polisi atas dugaan kekerasan verbal terhadap muridnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa yang disebut terjadi pada Agustus 2025 ini bermula dari laporan seorang murid yang terjatuh. Teman-temannya bukan menolong, malah meninggalkan korban.
Kronologi dari change.org menyebut peristiwa terjadi saat kegiatan lomba sekolah. Seorang murid dilaporkan terjatuh ketika digendong oleh temannya yang belum siap.
Murid yang menggendong justru tidak menolong dan meninggalkan korban bersama beberapa siswa lain.
Bu Budi setelah mengetahui peristiwa itu memberikan nasihat kepada murid-muridnya di dalam kelas agar kejadian serupa tidak terulang. Para murid diminta menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.
Namun nasihat itu dipersepsikan oleh salah, yakni sebagai bentuk kemarahan di depan umum. Akhirnya Bu Budi dilaporkan oleh orang tua murid meskipun pihak sekolah telah berupaya melakukan mediasi.
Bu Budi dilaporkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Pendidikan, serta Polres Tangerang Selatan.
Kasi Humas Polres Tangerang Selatan Ipda Yudhi Susanto membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, perkara masih berada pada tahap penyelidikan.
"Masih kami dalami. Proses lidik dan sidik tentu membutuhkan waktu, termasuk pengumpulan alat bukti. Penetapan seseorang sebagai tersangka harus sesuai dengan aturan dan koridor hukum," kata Yudhi saat dikonfirmasi, Selasa (27/1).
Dilansir detik.com, Yudhi menyebut laporan kasus ini sudah terdaftar sejak Desember 2025. Ia menegaskan tidak ada kriminalisasi terhadap guru tersebut.
"Tapi kalau kriminalisasi, itu nggak ada, SOP ya. Saat ini kita masih mendalami perkaranya, masih sesuai SOP yang ada. Kita kan juga asas praduga dan lainnya. Sementara sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan terkait itu," jelasnya.
Yudhi juga belum memerinci duduk perkara kasus tersebut hingga berujung pelaporan itu. Saat ini kasus sudah ditangani Satreskrim Polres Metro Tangerang Selatan.
"Itu kami belum dapat data validnya, karena banyak beredar. Hanya membenarkan bahwa peristiwanya saat ini sudah dilaporkan. Kalau untuk koridor dugaan pidananya, kan masih didalami," imbuhnya.
CNNIndonesia.com mendatangi SDK Mater Dei untuk mengklarifikasi kasus ini, tapi pihak sekolah tak bersedia diwawancara. Petugas keamanan (satpam) sekolah pun menolak berkomentar.
[Gambas:Video CNN]

