Soal Isu Reshuffle, Golkar Serahkan Nasib Kader di Kabinet ke Presiden
Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait posisi kadernya di kabinet kepada Presiden Prabowo Subianto di tengah mencuatnya isu reshuffle.
"Kalau misalnya terjadi evaluasi, kemudian penilaian kinerja terhadap kader-kader yang kami kirim, ya kami sepenuhnya menyerahkan kepada Pak Prabowo," kata Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam Inside Politics CNNIndonesia TV, Selasa (27/1) malam.
Doli mengatakan reshuffle merupakan hak prerogatif presiden dan hal yang biasa di dalam pemerintahan.
Lihat Juga : |
Menurutnya, presiden secara rutin pasti memonitor kinerja menteri-menterinya terkait dengan pelaksanaan program-program yang sudah dikampanyekan.
"Tentu Presiden ini perlu perform gitu. Nah perform itu kan termasuk adalah performance kabinetnya. Nah oleh karena itu betul tadi Pak Qodari (KSP) bilang bahwa, ya salah satu tugas presiden itu adalah tiap hari memonitor, mengevaluasi, agar program yang sudah ditetapkan melalui visi dan segala macam itu deliver atau enggak," ujarnya.
Doli mengatakan Golkar akan tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran meski nanti ada menteri dari partainya terkena reshuffle.
Ia menjelaskan keputusan mendukung Prabowo-Gibran merupakan komitmen institusi.
"Komitmen ini kan komitmen institusi, yang kemarin juga mendaftarkan itu kan institusi Golkarnya. Ketua Umum kami juga sudah mengatakan kepada seluruh kader-kader itu harus menunjukkan keseriusan, sungguh-sungguh bekerja, membantu Pak Presiden untuk kepentingan bangsa dan negara. Tapi kan kembali penilaian terhadap semua itu kepada Pak Prabowo," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari mengatakan evaluasi pasti dilakukan presiden kepada menterinya terkait program-program prioritas.
Evaluasi itu bisa berbentuk rekomendasi, saran arahan atau instruksi.
"Tetapi dalam konteks tertentu dan mungkin dalam timeline tertentu bisa saja berpengaruh terhadap program-program yang, eh maksud saya bisa berujung kepada bentuk-bentuk keputusan politik yang lain," katanya.
Istana sebelumnya telah buka suara soal isu reshuffle. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah isureshuffledalam waktu dekat.
Prasetyo bilang belum ada agenda Presiden Prabowo Subianto untuk merotasi jajaran menterinya di Kabinet Merah Putih.
"Reshuffle kabinet? Belum, belum, belum ada," ujarnya di kompleks parlemen, Senin (19/1).