Hide Ads

DPR Minta Percepatan Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat

CNN Indonesia
Rabu, 28 Jan 2026 23:26 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abidin Fikri mendesak pemerintah percepat pembangunan Sekolah Rakyat karena saat ini sudah banyak yang kelebihan kapasitas.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDIP Abidin Fikri mengingatkan pemerintah mempercepat pembangunan gedung baru untuk Sekolah Rakyat. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDIP Abidin Fikri mengingatkan pemerintah mempercepat pembangunan gedung baru untuk Sekolah Rakyat.

Ia mengatakan saat ini banyak Sekolah Rakyat di Sentra dan Balai Kementerian Sosial yang sudah kelebihan kapasitas.

Abidin telah menyampaikan usulan ini saat rapat bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang kami kunjungi di sekolah rakyat, khususnya di sentra-sentra itu sudah over capacity. Artinya, tidak memungkinkan lagi pada tahun ajar baru dia menerima murid," kata Abidin dalam keterangan tertulis, Rabu (28/1).

Ia menjelaskan siswa yang saat ini berada di kelas 1 SMP atau SMA akan naik ke kelas 2. Namun, kelas baru untuk siswa kelas 1 tidak tersedia karena keterbatasan ruang belajar.

Abidim khawatir pada tahun ajaran 2026 tidak ada penerimaan siswa baru lantaran tidak tersedia ruang kelasnya.

"Kalau tidak ada akselerasi pembentukan sekolah rakyat di kabupaten-kabupaten yang itu kewenangan di Kementerian PU, itu nanti tahun depan dia naik kelas 2, nggak ada lagi kelas satunya. Tolong dipikirkan itu agar ini nggak stuck," ujarnya.

Abidin juga menekankan pentingnya memetakan secara jelas antara sekolah yang ada di sentra dan yang bekerja sama. Hal itu penting agar pemerintah dapat memastikan kapasitas sekolah cukup untuk menampung siswa baru.

Ia mencontohkan beberapa sekolah rakyat yang bekerja sama, misalnya di Bekasi dengan Pangudi Luhur, sudah memiliki skema penerimaan siswa baru.

Namun, sekolah yang berada di sentra seringkali sudah penuh, sehingga tahun depan tidak bisa menambah siswa kelas 1.

"Tahun ajaran (baru) kan bulan Juli. Jadi yang di sentra itu kelas 1 SMA akan naik menjadi kelas 2. Begitu juga yang SMP akan naik kelas 2. Kalau sekolah rakyat di sentra-sentra itu tidak bisa menampung, berarti tidak akan ada penerimaan siswa baru, ini yang harus dipikirkan," katanya.

(fra/yoa/fra)


[Gambas:Video CNN]