Hide Ads

Mendikdasmen Siapkan Rp2,4 T Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana

CNN Indonesia
Kamis, 29 Jan 2026 15:27 WIB
Kementerian Pendidikan alokasikan Rp2,4 triliun untuk revitalisasi sekolah di Aceh, Sumut, dan Sumbar pascabencana. Fokus pada rehabilitasi SMK dan ruang kelas.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemedikdasmen) mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi sekolah yang terkena bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat senilai Rp2,4 triliun. (CNN Indonesia/Dani Randi)
Banda Aceh, CNN Indonesia --

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi sekolah yang terkena bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat senilai Rp2,4 triliun.

Anggaran tersebut telah masuk dalam dana revitalisasi pendidikan tahun 2026 dan akan diprioritaskan untuk daerah-daerah terdampak bencana banjir dan longsor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keseluruhan di 3 provinsi (Aceh, Sumut dan Sumbar) Rp 2,4 T. Dananya sudah ada," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat meninjau sekolah terkena bencana di Aceh Utara, Rabu (28/1).

Di Aceh kata dia khusus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang rusak akibat bencana akan dianggarkan Rp 270 Miliar karena ada beberapa SMK yang semua peralatan lab nya rusak dan tidak bisa digunakan.

Untuk bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat, Abdul Mu'ti memastikan pemerintah akan melakukan rehabilitasi menyeluruh. Salah satunya di SMK Negeri 1 Baktia Barat, Aceh Utara yang akan mendapatkan dana rehabilitasi sebesar Rp 4,8 miliar.

"Rehab berat ini diharapkan bisa membangun kembali seluruh fasilitas yang rusak. Untuk sekolah lain, kami bantu operasional pembersihan dan pengadaan alat belajar yang rusak," katanya.

Dalam percepatan rehabilitasi pihaknya menerapkan dua skema pembangunan. Untuk ruang kelas darurat, kementerian bekerja sama dengan dinas pendidikan dan organisasi masyarakat.

Sementara pembangunan unit sekolah baru dan rehabilitasi bangunan dilakukan melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Darat.

"Kami sudah memiliki MoU dengan Kepala Staf Angkatan Darat untuk pembangunan unit-unit sekolah baru. Setelah dari Aceh ini, MoU tersebut akan segera ditangani," ucapnya.

Ia menargetkan perbaikan sekolah dengan kategori rusak ringan dan sedang dapat diselesaikan sebelum tahun ajaran baru 2026-2027.

Sementara sekolah yang memerlukan relokasi dan pembangunan baru diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari 6 bulan.

"Mudah-mudahan (revitalisasi sekolah) tahun ini bisa diselesaikan semua," katanya.

Pantauan CNNIndonesia.com, sejumlah sekolah di Aceh Utara khususnya di SMK 1 Baktiya Barat dan SMA Negeri 1 Baktiya sebagian siswa terpaksa belajar di ruangan darurat yang dibangun pascabencana di halaman sekolah.

Ruang darurat itu memiliki tiga ruang yang digunakan siswa secara bergantian untuk proses belajar mengajar. Siswa juga diizinkan untuk menggunakan pakaian bebas karena seragam sekolah mereka hilang tersapu banjir.

Kemudian fasilitas sekolah mulai dari bangku, meja, buku, komputer, berkas dokumen, hingga peralatan laboratorium rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

(fra/dra/fra)


[Gambas:Video CNN]