Hide Ads

Polisi Hentikan Kasus Guru di Tangsel Dilaporkan Usai Nasihati Siswa

CNN Indonesia
Jumat, 30 Jan 2026 14:32 WIB
Polres Tangerang Selatan menghentikan penyelidikan kasus guru dipolisikan usai menasihati siswa sekolah dasar di Tangerang Selatan.
Polres Tangerang Selatan menghentikan penyelidikan kasus guru dipolisikan usai memarahi siswa sekolah dasar di Tangerang Selatan. (CNN Indonesia/Fahrurozi)
Tangerang Selatan, CNN Indonesia --

Polres Tangerang Selatan menghentikan penyelidikan dugaan tindak pidana kekerasan psikis terhadap seorang anak di bawah umur yang dilaporkan pada 12 Desember 2025.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan laporan tersebut sebelumnya menjerat seorang guru di SDK Mater Dei Pamulang berinisial Christiana Budiyati alias Bu Budi (54) sebagai terlapor.

"Penyidik Satreskrim Polres Tangerang Selatan telah melakukan penyelidikan secara mendalam terhadap laporan tersebut. Selanjutnya dilakukan gelar perkara pada 29 Januari 2026," kata Boy, Jumat (30/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik menyimpulkan peristiwa yang dilaporkan tidak memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

"Dengan demikian, penyidik memutuskan untuk menghentikan penyelidikan atas laporan tersebut," ujarnya.

Meski penyelidikan dihentikan, Boy menegaskan kepolisian tetap berkomitmen memberikan perlindungan kepada anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Ia memastikan Polres Tangerang Selatan akan terus mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak dalam setiap penanganan perkara.

Kasus ini viral di media sosial hingga dibuat petisi di laman change.org.

Dalam posting yang viral, guru SDK Mater Dei bernama Christiana Budiyati yang akrab disapa Bu Budi,  dilaporkan ke polisi atas dugaan kekerasan verbal terhadap muridnya.

Peristiwa yang disebut terjadi pada Agustus 2025 ini bermula dari laporan seorang murid yang terjatuh. Teman-temannya bukan menolong, malah meninggalkan korban.

Kronologi dari change.org menyebut peristiwa terjadi saat kegiatan lomba sekolah. Seorang murid dilaporkan terjatuh ketika digendong oleh temannya yang belum siap.

Murid yang menggendong justru tidak menolong dan meninggalkan korban bersama beberapa siswa lain.

Bu Budi setelah mengetahui peristiwa itu memberikan nasihat kepada murid-muridnya di dalam kelas agar kejadian serupa tidak terulang. Para murid diminta menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.

Namun nasihat itu dipersepsikan oleh salah, yakni sebagai bentuk kemarahan di depan umum. Akhirnya Bu Budi dilaporkan oleh orang tua murid meskipun pihak sekolah telah berupaya melakukan mediasi.

Bu Budi dilaporkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Pendidikan, serta Polres Tangerang Selatan.

CNNIndonesia.com mendatangi SDK Mater Dei untuk mengklarifikasi kasus ini, tapi pihak sekolah tak bersedia diwawancara. Petugas keamanan (satpam) sekolah pun menolak berkomentar.

(arl/isn)


[Gambas:Video CNN]