Prabowo: Kalau Ada Kader Gerindra Brengsek, Saya Tangkap
Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan melindungi siapa pun, termasuk kader Partai Gerindra, jika melakukan pelanggaran.
Prabowo yang juga menjabat Ketua Umum Partai Gerindra menyatakan penegakan hukum berlaku untuk semua pihak tanpa pengecualian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau (ada kader) Gerindra brengsek, Gerindra pun saya tangkap, saudara-saudara. Jangan macam-macam, enggak ada itu. Kita semua bergerak," kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2025 di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin (2/2).
Prabowo menyampaikan sebagai Kepala Negara, ia bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia dan tidak membedakan daerah maupun kepala daerah berdasarkan afiliasi politik atau pilihan dalam pemilihan umum.
"Sekarang saya akan bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia. Saya tidak akan tanya ini gubernurnya partai mana. Dulu milih calon nomor 1, 2, atau 3, saya enggak akan tanya," ujarnya.
Ia mencontohkan kebijakan pemerintah yang tetap dijalankan di daerah-daerah yang dirinya tidak memperoleh kemenangan pada Pilpres 2024 lalu.
"Buktinya saya kalah di Sumbar, tapi tetap MBG (Makan Bergizi Gratis) sampai ke Sumbar, tetap Koperasi (Desa) Merah Putih, kita rehabilitasi Sumbar. Saya juga kalah di Aceh kan? Tetap kita bangun habis-habisan," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, hasil pemilihan tidak memengaruhi kewajiban pemerintah dalam melayani masyarakat.
"Kalah menang biasa, karena kita mengabdi untuk rakyat Indonesia," ujarnya.
Prabowo juga menegaskan dukungan pemerintah pusat terhadap kepala daerah tidak ditentukan oleh latar belakang partai.
"Saya enggak tanya, kau partai mana. Kan enggak saya tanya. Tetap saya dukung beliau," katanya.
Terkait pemerintahan daerah, Prabowo menyatakan akan tetap mendukung kepala daerah dari partai lain selama menjalankan tugasnya.
"Pak Pram (Pramono Anung) dari PDIP, tapi tetap akan saya dukung sebagai Gubernur DKI. Karena tugas saya, kewajiban saya adalah seluruh rakyat Indonesia, termasuk rakyat DKI," ujarnya.
Ia menambahkan kontestasi politik merupakan bagian dari demokrasi, namun setelah pemilihan selesai seluruh pihak perlu fokus bekerja.
"Kalau ada pemilihan, harus ada pemilihan. Dua calon, tiga calon, lima calon, enggak apa-apa. Tapi begitu selesai, udah lah kerja," kata Prabowo.
[Gambas:Video CNN]

