STTRII Kukuhkan Dua Guru Besar Teologi di Sidang Senat Terbuka

STTRII | CNN Indonesia
Senin, 02 Feb 2026 19:20 WIB
Foto: Dok. Screenshoot YouTube CNN Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Internasional (STTRII) secara resmi mengukuhkan Pdt. Billy Kristanto dan Pdt. Stevri P. N. I. Lumintang sebagai guru besar dalam sidang senat terbuka yang digelar di Aula John Calvin, Reformed Millennium Center International, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi STTRII dalam memperkuat perannya di bidang pendidikan teologi, penelitian akademik, serta pelayanan bagi gereja dan masyarakat luas. Kedua guru besar tersebut masing-masing dikukuhkan dalam bidang Teologi Sistematika Reformatoris dan Teologi Misi.

Ketua STTRII, Prof. Benyamin Intan, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas pencapaian akademik yang diraih oleh kedua pendeta tersebut.

"Saya mengucapkan selamat kepada Pdt. Billy Kristanto dan Pdt. Stevri P. N. I. Lumintang atas pengukuhannya sebagai guru besar. Kiranya pencapaian ini semakin memperkaya kontribusi STTRII bagi gereja dan bangsa," ujarnya.

Ucapan selamat juga disampaikan Anggota DPR RI Putra Nababan yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia menilai proses menuju jabatan guru besar merupakan perjuangan akademik yang tidak mudah.

"Perjuangan menjadi guru besar sangat detail dan teknis. Kita patut bersyukur STTRII kini memiliki tiga guru besar, dan saya berharap jumlah ini terus bertambah ke depan," katanya.

Kontribusi Akademik dan Pelayanan

Pdt. Prof. Billy Kristanto, Dipl. Mus., Dr. phil., Dr. theol., dan Pdt. Prof. Dr. Stevri Lumintang, D.Th., Th.D., Ph.D., dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam dunia akademik dan pelayanan gerejawi. Karya-karya mereka telah memberi kontribusi signifikan dalam pengembangan pemikiran teologi Reformed, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam orasi ilmiahnya berjudul "Masa Depan dan Potensi Teologi Reformed", Prof. Billy Kristanto menekankan bahwa teologi Reformed memiliki panggilan transformatif untuk menjadi teologi budaya yang mampu menafsirkan dan membentuk kehidupan masyarakat, bukan sekadar mempertahankan doktrin secara terisolasi.

Menurutnya, masa depan teologi Reformed tidak terletak pada inovasi akademik semata, melainkan pada komitmen terhadap pembaruan rohani yang berakar pada teologi kebangunan.

Sementara itu, Prof. Stevri Lumintang dalam orasi ilmiahnya mengangkat tema "Theologia Misi John Calvin dan Realisasinya pada Abad ke-16 serta Relevansinya bagi Reformed Injili Abad ke-21". Melalui pendekatan historis-teologis, ia menunjukkan bahwa meskipun Calvin tidak menulis dogmatika misi secara khusus, pemikiran-pemikirannya memuat fondasi kuat bagi teologi misi Kristen.

Pemikiran tersebut mencakup misi Trinitaris, misi Kerajaan Allah di dunia, misi gereja, tugas misioner para rasul, misi yang bersifat holistik, serta panggilan inklusif kepada bangsa-bangsa.

Amanah bagi Bangsa dan Kemanusiaan

Kepada media, Prof. Billy Kristanto mengaku pengukuhan ini menjadi tanggung jawab baru yang mendorongnya untuk semakin peka terhadap isu sosial dan mengaitkannya dengan refleksi teologis.

"Ini adalah tanggung jawab yang lebih besar agar bisa menjadi berkat, bukan hanya bagi umat Kristen, tetapi juga bagi bangsa Indonesia dan masyarakat luas. Saya berharap dapat mengajar dengan lebih baik, lebih berdedikasi, dan menjawab pergumulan masyarakat melalui refleksi teologi," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Prof. Stevri Lumintang. Ia menegaskan bahwa jabatan guru besar bukan sekadar puncak pencapaian akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar bagi bangsa dan kemanusiaan.

"Menyandang gelar guru besar adalah beban pertanggungjawaban. Ini bukan soal membesarkan diri, melainkan amanah dari Tuhan, pemerintah, lembaga, mahasiswa, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Pertanyaannya, setelah ini apa yang bisa kita lakukan bagi bangsa dan kemanusiaan," tuturnya.

(ory/ory)


KOMENTAR

TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK