Awal 2026 Jabar Darurat Bencana: 84 Kejadian, 80 Orang Meninggal

CNN Indonesia
Selasa, 03 Feb 2026 09:04 WIB
Data korban bencana Jawa Barat periode 1 Januari-3 Februari ini belum memasukkan data terbaru longsor Jabar yang menelan lebih dari 50 korban jiwa.
Tim SAR gabungan dibantu dengan alat berat melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (26/1/2026). (ANTARA FOTO/ABDAN SYAKURA)
Bandung, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat tingginya intensitas bencana alam yang terjadi sepanjang awal tahun 2026. Dalam periode 1 Januari hingga 3 Februari 2026, tercatat ada puluhan kejadian yang tersebar di ratusan kecamatan yang ada di Jabar.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun mengatakan berdasarkan data dari laman BPBD Jabar, Barata, pada periode tersebut sebanyak 84 kejadian bencana melanda wilayah Jawa Barat dan tersebar di 362 kecamatan di berbagai kabupaten dan kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab bencana Jawa Barat terutama akibat faktor cuaca dan kondisi geografis wilayah.

"Selama periode awal tahun ini, kami mencatat 84 kejadian bencana yang didominasi oleh banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem," ujar Teten, Selasa (3/2).

Berdasarkan rekapitulasi BPBD Jabar, jenis bencana yang paling banyak terjadi adalah banjir dan cuaca ekstrem, masing-masing sebanyak 32 kejadian.

Sementara itu, tanah longsor tercatat sebanyak 20 kejadian. Pada periode tersebut, BPBD tidak mencatat adanya bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, tsunami, maupun erupsi gunung api.

Dampak dari rangkaian bencana tersebut cukup signifikan, baik terhadap masyarakat maupun infrastruktur. Teten menjelaskan kerusakan bangunan terjadi dalam berbagai kategori.

"Kami mencatat ada 100 bangunan rusak berat, 156 bangunan rusak sedang, dan 386 bangunan mengalami rusak ringan akibat bencana," katanya.

Selain kerusakan fisik, bencana juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Sebanyak 167.846 jiwa dilaporkan terdampak, dengan luas area terendam mencapai 101.265 titik.

Jumlah korban akibat beragam bencana di Jawa Barat tercatat sebanyak 80 orang meninggal dunia dan enam orang masih dinyatakan hilang atau dalam proses pencarian. Namun angka ini belum memasukkan data terbaru jumlah korban tewas longsor Cisarua.

Sampai hari ini, Selasa, total ada 83 body pack atau kantong jenazah yang dikumpulkan tim SAR gabungan di lokasi longsor Cisarua. Dari 83 kantong jenazah, sudah 63 korban tewas teridentifikasi.

Tak hanya permukiman warga, sejumlah fasilitas umum turut terdampak.

BPBD Jabar mencatat 44 rumah ibadah, dua fasilitas kesehatan, dan 26 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan atau gangguan fungsi. Selain itu, luas lahan yang terdampak bencana mencapai sekitar 128 hektare.

BPBD Jawa Barat mengimbau masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, serta mengikuti arahan dari pemerintah dan petugas di lapangan guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.

(csr/wis)


[Gambas:Video CNN]