Kapolri Berduka Eyang Meri Hoegeng Meninggal: Beliau Inspirasi Nyata

CNN Indonesia
Selasa, 03 Feb 2026 17:52 WIB
Kapolri menyampaikan duka mendalam terkait kepergian Meriyati Roeslani Hoegeng (Eyang Meri). (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan duka mendalam menyusul kepergian Meriyati Roeslani Hoegeng (Eyang Meri) yang merupakan istri dari almarhum Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.

Sigit mengatakan Korps Bhayangkara sangat kehilangan sosok Eyang Meri. Polri, kata dia, mengenang Eyang Meri sebagai saksi sejarah dan menjadi sosok teladan bagi seluruh anggota.

"Semasa hidupnya, beliau menjadi inspirasi nyata bagi seluruh generasi penerus Polri dan Bhayangkari untuk terus menjaga marwah institusi. Kepada keluarga besar yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/2).

Eyang Meri berpulang pada Selasa (3/2) di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia meninggal di usia 100 tahun usai menjalani perawatan intensif. Eyang Meri lahir pada 23 Juni 1925 dari pasangan Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe.

"Polri sangat kehilangan sosok Eyang Meri. Beliau bukan sekadar saksi sejarah, tetapi juga pelita keteladanan bagi kami. Semasa hidupnya, beliau menjadi inspirasi nyata bagi seluruh generasi penerus Polri dan Bhayangkari untuk terus menjaga marwah institusi," ujar Kapolri.

Meriyati dan Hoegeng menikah pada 31 Oktober 1946 di Yogyakarta dan dikaruniai tiga orang anak, yakni Sri Pamujining Rahayu, Reni Soerjanti, dan Aditya Soegeng Roeslani.

Jenderal Hoegeng adalah Kapolri kelima RI. Dia memimpin institusi penegak hukum itu kurun waktu 1968-1971. Semasa berkarier sebagai polisi, dia dikenal sebagai sosok yang tidak hanya berintegritas tinggi, tetapi juga berkomitmen untuk memberantas korupsi dan gratifikasi dalam tubuh kepolisian.

Pada era pemerintahan Presiden pertama RI, Sukarno, Hoegeng menjabat sebagai Menteri Luar Negeri pada 1965 dan kemudian diangkat sebagai Menteri Sekretaris Kabinet Inti pada 1966.

Hingga wafatnya pada 14 Juli 2004, nama Hoegeng selalu identik dengan integritas dan kesederhanaan yang tetap dikenang hingga saat ini.

(tfq/har)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK