BNPB Sebut Dana Mitigasi Bencana 2026 Pinjam dari Spanyol

CNN Indonesia
Selasa, 03 Feb 2026 20:37 WIB
Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengatakan Indonesia mendapatkan pinjaman dana dari Spanyol yang akan digunakan untuk kesiapan mitigasi bencana pada tahun ini.
Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengatakan Indonesia mendapatkan pinjaman dana dari Spanyol yang akan digunakan untuk kesiapan mitigasi bencana pada tahun ini. (Biro Pers Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan Indonesia mendapatkan pinjaman dana dari Spanyol yang akan digunakan untuk kesiapan mitigasi bencana pada tahun ini.

Ia tidak menjelaskan besaran pinjaman itu. Namun, Suharyanto mengatakan pinjaman itu telah mendapat persetujuan dari Presiden RI Prabowo Subianto.

"Untuk 2026 kami laporkan bahwa kami juga baru disetujui oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mendapat pinjaman dari pemerintah Spanyol--dengan titik beratnya untuk meningkatkan kesiapan mitigasi bencana BNPB menghadapi bencana hidrometeorologi basah yaitu banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem," kata Suharyanto dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Selasa (3/2)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam upaya mitigasi dan pencegahan bencana di Indonesia.

Suharyanto menyebut alokasi anggaran pencegahan dalam lima tahun terakhir hanya berkisar Rp17-19 miliar per tahun.

"Yang menjadi tantangan dan kendala Kami adalah dari segi anggaran. Kenapa demikian? karena dalam 5 tahun terakhir anggaran pencegahan BNPB ini relatif sangat terbatas. Kami laporkan setiap tahun untuk anggaran pencegahan atau mitigasi bencana berkisar Rp17-19 miliar per tahun," kata Suharyanto.

Menurutnya, anggaran senilai itu sangat kecil. Namun, BNPB terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan penanggulangan bencana dalam aspek pencegahan atau mitigasi dengan tidak hanya mengandalkan APBN.

BNPB di antaranya berupaya untuk mendapat alokasi pinjaman luar negeri.

"Alhamdulillah dalam 5 tahun terakhir ini ada beberapa yang sudah disetujui pinjaman luar negeri ini pun untuk meningkatkan kemampuan BNPB dalam pra bencana atau pencegahan," katanya.

Di samping itu, dia mengatakan BNPB juga berupaya memanfaatkan dana siap pakai.

Dana siap adalah anggaran yang diberikan kepada BNPB untuk digunakan saat bencana telah terjadi dan wilayah masuk status siaga atau tanggap darurat.

"Tentu saja setelah terjadi bencana selain kami melakukan upaya pemulihan, pengembalian kondisi awal ini juga. Kami beberapa kali juga sudah berupaya untuk meningkatkan ketahanan daerah pasca bencana untuk menghadapi bencana di tahun berikutnya," katanya.

Ia mengatakan BNPB menggunakan utang luar negeri sekitar Rp949 miliar untuk memasang alat peringatan dini gempa bumi dan tsunami.

"Ini kami mendapatkan PLN sejumlah Rp949.168.712.486, ini kami bangun di masing-masing bidang kalau udah tingkat daerah mungkin di level dapilnya sekarang sudah kayak bantu beberapa di 34 provinsi, 34 kabupaten/kota, ada pusat pengendalian operasi yang dihibahkan ke pemerintah kabupaten/kota termasuk ada IT-nya, termasuk sarana-sarananya," ujar Suharyanto.

(yoa/isn)


[Gambas:Video CNN]