Golkar Segera Umumkan Pimpinan Komisi III DPR Pengganti Sari Yuliati

CNN Indonesia
Kamis, 05 Feb 2026 02:00 WIB
Fraksi Partai Golkar di DPR akan segera mengumumkan pimpinan Komisi III usai ditinggalkan Sari Yuliati yang belum lama dilantik menjadi Wakil Ketua DPR.
Fraksi Partai Golkar di DPR akan segera mengumumkan pimpinan Komisi III usai ditinggalkan Sari Yuliati yang belum lama dilantik menjadi Wakil Ketua DPR. (Arsip Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Fraksi Partai Golkar di DPR akan segera mengumumkan pimpinan Komisi III usai ditinggalkan Sari Yuliati yang belum lama dilantik menjadi Wakil Ketua DPR menggantikan Adies Kadir.

Ketua Fraksi Partai Golkar, Sarmuji mengaku telah mengantongi sejumlah nama untuk menempati posisi Wakil Ketua Komisi III dari Golkar. Dia membuka kans namanya akan diumumkan pekan depan.

"Bisa minggu depan, bisa," ujar Sarmuji di kompleks parlemen, Rabu (4/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sarmuji memastikan pengganti Sari di posisi pimpinan Komisi III tak ada kendala berarti. Menurut dia, mereka bisa berasal dari internal komisi maupun dari komisi lain, selagi yang bersangkutan memiliki kompetensi di bidang hukum dan keamanan.

"Tentu ada syarat lain yang mungkin menjadi syarat tambahan, tetapi syarat utamanya dua tadi: satu, anggota DPR; dua, memiliki wawasan di bidang Komisi III," katanya.

Satu kursi pimpinan Komisi III DPR dari Golkar saat ini masih lowong usai ditinggalkan Sari yang diangkat menjadi Wakil Ketua DPR.

Sari yang dilantik pekan lalu menggantikan Adies Kadir yang telah disetujui menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK) usulan DPR pengganti Arief Hidayat yang telah resmi pensiun.

Sari merupakan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar. Sebelum diusulkan sebagai Wakil Ketua DPR, dia merupakan Wakil Ketua Komisi III DPR yang membidangi urusan hukum dan keamanan.

Di DPR, Sari menginjak periode keduanya. Dia kali perdana menjadi anggota DPR pada periode sebelumnya yakni, 2019-2024.

Meski lahir dan besar di Jakarta, dia dua kali terpilih mewakili daerah pemilihan NTB II, yang meliputi Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, dan Kota Mataram.

Sari memulai karir politiknya pada 2003 sejak lulus magister teknik dari Universitas Indonesia pada 2001. Sebelumnya, Sari merupakan lulusan teknik sipil Universitas Trisaksi dan lulus pada 2000. Saat ini, Sari tengah menempuh program doktoral Ilmu Hukum Universitas Padjajaran.

Dia sebelumnya sempat kembali mengambil strata satu program studi ilmu hukum di Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan lulus pada 2005.

Setahun setelah lulus magister, Sari pada 2004 telah aktif di Golkar dengan menjadi bendahara di organisasi sayap, AMPI. Hingga beberapa tahun setelahnya, posisi Sari di Partai Beringin banyak menjadi bendahara.

Kini, di bawah Bahlil Lahadalia, Sari Yuliati juga menjadi Bendahara Umum Partai Golkar. Begitu pula di Fraksi Partai Golkar DPR, Sari juga menjadi bendahara.

Merujuk laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) KPK, Sari memiliki harta kekayaan sebesar Rp55.661.774.154 atau Rp55,6 miliar per Juli 2024. Angkanya turun dari Rp61 miliar pada 2022.

Mayoritas harta kekayaan Sari banyak berupa tanah senilai Rp47 miliar di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bogor.

(thr/isn)


[Gambas:Video CNN]