Anak Sulit Belajar Bisa Terdeteksi Lewat Skrining Tumbuh Kembang

Advertorial | CNN Indonesia
Rabu, 04 Feb 2026 15:00 WIB
Anak Sulit Belajar Bisa Terdeteksi Lewat Skrining Tumbuh Kembang
Foto: Dok. Mayapada Hospital Bandung
Jakarta, CNN Indonesia --

Setiap orang tua tentu berharap anaknya tumbuh sehat dan berkembang optimal sesuai potensi serta keunikannya. Namun, proses tumbuh kembang anak tidak selalu berjalan tanpa hambatan.

Karena itu, penting bagi orang tua untuk melakukan skrining tumbuh kembang, serta pemeriksaan perkembangan otak, perilaku, dan kemampuan belajar anak (neurobehavior).

Dokter dari Mayapada Hospital Bandung, dr. Eddy Fadlyana, Sp.A(K), M.Kes mengatakan, skrining tumbuh kembang anak merupakan proses penilaian untuk memantau perkembangan anak, yang mencakup aspek motorik, bicara dan bahasa, kognitif, serta sosial-emosional.

"Dengan skrining, semakin cepat potensi keterlambatan dapat dikenali dan ditangani melalui intervensi serta stimulasi yang sesuai. Idealnya, skrining dilakukan sejak usia dini dan secara berkala, termasuk pada anak yang tampak sehat," ujar dr. Eddy dikutip Selasa (3/2).

Pentingnya skrining sejak usia dini juga disampaikan Dr.dr. Rodman Tarigan Girsang, Sp.A(K)., M.Kes dari Mayapada Hospital Bandung. Menurutnya, usia dini merupakan fase penting perkembangan otak anak yang memengaruhi kemampuan belajar, perilaku, dan interaksi sosial.

"Tanpa skrining, gangguan perkembangan sering baru disadari saat anak memasuki usia sekolah, sehingga berdampak pada kesiapan belajar, kemampuan sosial, dan kepercayaan diri anak," ujar dr. Rodman.

Selain memantau perkembangan anak secara umum, para orang tua juga perlu peka terhadap kemungkinan adanya gangguan belajar anak.

adv mayapada

Foto: Dok. Mayapada Hospital Bandung

Dokter Burhan Sp.A, Subsp.Neuro (K), dari Mayapada Hospital Bandung menjelaskan, gangguan belajar pada anak dapat berupa kesulitan membaca (disleksia), menulis (disgrafia), dan berhitung (diskalkulia), yang dialami sekitar 5-15 persen anak usia sekolah.

"Kondisi ini sering disalahpahami sebagai kurangnya disiplin belajar, sehingga anak malah tidak mendapatkan bantuan yang tepat," jelas dr. Burhan.

Menurutnya, gangguan belajar bukan berarti anak kurang pintar. Hal ini, kata dia, justru berkaitan dengan cara kerja otak dalam memproses informasi, sehingga anak perlu ditangani dengan pendekatan dan strategi belajar yang sesuai fungsi neurobehavior anak.

"Tanpa penanganan yang tepat, gangguan belajar dapat berdampak pada prestasi akademik, kondisi emosional, serta kepercayaan dirinya," ungkap dr. Burhan.

Mengingat krusialnya masa tumbuh kembang anak yang menentukan masa depannya, para orang tua didorong untuk melakukan skrining tumbuh kembang sebagai bentuk perhatian terhadap anak, bukan sebagai wujud kekhawatiran berlebih.

Deteksi dan intervensi yang tepat sejak dini dapat membantu anak tumbuh optimal, lebih percaya diri, dan mampu mencapai prestasi sesuai potensinya.

Kehadiran layanan tumbuh kembang yang komprehensif juga sangat dibutuhkan Ayah dan Bunda untuk memeriksakan si kecil, seperti Klinik Tumbuh Kembang dan Klinik Neurobehavior Mayapada Hospital Bandung (MHBD).

Layanan satu pintu (one-stop solution) ini menyediakan deteksi dini, asesmen komprehensif, intervensi terapi, dan pendampingan jangka panjang mencakup aspek kognitif, emosi, perilaku, hingga interaksi sosial.

Hospital Director Mayapada Hospital Bandung dr. Irwan Susanto Hermawan, MM, menjelaskan, klinik Tumbuh Kembang Anak dan Klinik Neurobehavior MHBD hadir sebagai layanan terintegrasi dan mudah diakses bagi masyarakat.

Layanan ini, kata dia, menjawab berbagai tantangan tumbuh kembang yang banyak dialami, termasuk aspek perkembangan fisik, perilaku, emosi, maupun sosial anak.

"Dengan pendekatan multidisiplin dan tim tenaga medis berpengalaman, Mayapada Hospital Bandung berkomitmen menghadirkan layanan yang inovatif, holistik, dan berpusat pada pasien (patient-centered care) untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," ujarnya.

Klinik Tumbuh Kembang Anak dan Klinik Neurobehavior terintegrasi dengan Pediatric Center dan layanan lain seperti onkologi, kardiologi, neurologi, gastrologi, dan ortopedi.

Layanan yang tersedia meliputi Terapi Okupasi, Terapi Wicara, Terapi Sensori Integrasi, Fisioterapi Anak, Psikotes, Tes Minat & Bakat, Tes Kesiapan Sekolah, serta konseling pola asuh dan konseling keluarga dengan dukungan tim dokter multidisiplin dan tenaga profesional lainnya, serta dukungan fasilitas yang modern dan lengkap.

Berbagai informasi seputar layanan tumbuh kembang anak di Mayapada Hospital Bandung dapat disimak melalui website maupun aplikasi MyCare dalam fitur Health Articles & Tips.

Untuk mendukung gaya hidup sehat, MyCare juga memiliki fitur Personal Health untuk memantau detak jantung, langkah harian, jumlah kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).

(adv/adv)