Kementerian PU-Hutama Karya Percepat Normalisasi Sungai Aceh Tenggara

Kementerian PU | CNN Indonesia
Kamis, 05 Feb 2026 13:02 WIB
Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Dani Randi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggandeng PT Hutama Karya (HK) untuk mempercepat pemulihan sungai dan irigasi di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Langkah ini difokuskan pada penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025.

Kerja sama tersebut diarahkan pada normalisasi sungai guna memulihkan fungsi aliran air dan akses warga. Upaya ini menjadi bagian dari fase pemulihan pascabencana yang kini dijalankan secara bertahap di wilayah terdampak.

Di Desa Bener Berpapah, empat alat berat dikerahkan untuk membersihkan sisa material banjir bandang dan longsor. Pekerjaan ini diinisiasi Satuan Tugas Penanganan Bencana Balai Wilayah Sungai Sumatra I untuk mempercepat proses di lapangan.

Pengawas lapangan Hutama Karya, Jainudin, menjelaskan alat berat digunakan untuk memperbaiki sistem aliran air yang sebelumnya tertutup material. Normalisasi telah berlangsung hampir dua minggu dengan fokus membuka kembali jalur pengairan dan akses jalan.

"Di sini sedang normalisasi buat pengairan. Sudah hampir dua minggu dan alat berat kita ada empat di sini," ujarnya beberapa waktu lalu.

Material berupa batu dan kayu yang menumpuk di sungai diangkat agar aliran kembali lancar. Fondasi juga diperkuat untuk membatasi jalan dan bibir sungai yang sebelumnya amblas akibat terjangan air.

Sebelum normalisasi dilakukan, aliran sungai terganggu dan akses pejalan kaki sempat terputus. Setelah pembersihan berjalan, kondisi mulai membaik dan fungsi sungai perlahan kembali normal.

Jainudin memastikan, pemulihan akan terus dilanjutkan hingga kebutuhan akses warga sepenuhnya terpenuhi. Hingga kini, pekerjaan telah dilakukan di dua titik terdampak di Kecamatan Ketambe.

Sebelumnya, normalisasi telah diselesaikan di Desa Lawe Mengkudu yang berjarak sekitar dua kilometer dari Bener Berpapah. Setelah itu, pekerjaan direncanakan berlanjut ke desa lain yang masih terdampak.

Dalam pelaksanaannya, proses normalisasi berjalan relatif lancar tanpa kendala berarti. Dukungan pemerintah desa dan masyarakat setempat turut membantu kelancaran pekerjaan di lapangan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperlancar aliran sungai dan menekan risiko banjir saat curah hujan tinggi. Pemulihan sungai juga dinilai penting untuk menjaga keamanan lingkungan dan aktivitas warga.

Di sisi lain, Kementerian PU menegaskan dukungan berkelanjutan dalam penanganan dampak bencana di Aceh. Komitmen tersebut sejalan dengan penetapan status transisi dari tanggap darurat ke pemulihan oleh Pemerintah Aceh.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan komitmen penuh mendukung pemerintah daerah dalam seluruh tahapan penanganan pascabencana.

"Saat ini fokus kami adalah memastikan infrastruktur konektivitas, air bersih, sanitasi, hunian sementara, dan fasilitas publik segera pulih agar masyarakat dapat kembali beraktivitas," terang dia.

Di samping itu, Kementerian PU juga menaruh perhatian pada keberlanjutan layanan irigasi, terutama di wilayah sentra pangan. Menurutnya, pemulihan irigasi perlu dipercepat agar aktivitas pertanian dan penghidupan petani tidak terganggu.

"Irigasi adalah tulang punggung pertanian. Begitu terjadi gangguan, harus segera cepat ditangani agar saluran kembali berfungsi," pungkas Dody.

(rir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK