Update Dampak Gempa Pacitan di DIY: 15 Orang Luka, 14 Bangunan Rusak
Jumlah warga di Bantul, DIY yang terluka akibat gempa bumi wilayah Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2) dini hari dilaporkan bertambah jadi 15 orang.
"Korban luka 15 orang," kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah memaparkan hasil pendataan per Jumat pukul 08.55 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Luk Luk, korban luka kini dirawat di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan. Antara lain, RS PKU Muhammadiyah, RSUD Panembahan Senopati, RSUD Saras Adyatama, RSU Permata Husada, RSU St. Elisabeth dan RSU Prambanan.
Jumlah bangunan di Bantul yang terdampak gempa Pacitan juga dilaporkan bertambah menjadi 13 unit per laporan terbaru. Lokasinya di Kecamatan Imogiri, Jetis, Pundong, Kasihan, Srandakan, Banguntapan, Pleret, Bantul serta Pajangan.
Bangunan mengalami kerusakan meliputi rumah rusak 7 titik, tempat ibadah 2 titik, fasilitas pendidikan 2 titik dan fasilitas pemerintah serta kesehatan masing-masing 1 titik.
Sementara itu di Kota Yogyakarta dilaporkan sebuah balai milik Kampung Tahunan, Kecamatan Umbulharjo mengalami kerusakan akibat gempa dini hari tadi.
Infrastruktur milik pemerintah kota ini terdampak pada bagian rangka atap bangunannya.
"Korban jiwa/penyintas nihil," tulis laporan BPBD DIY.
Sedangkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terdapat 1 rumah rusak berat di Pacitan, 1 rumah rusak ringan di Wonogiri, 3 rumah rusak ringan di Bantul, dan 1 rumah rusak ringan di Sleman.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan di tenggara wilayah Pacitan, Jawa Timur, Jumat dini hari (6/2). Hasil analisis menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo 6,2 dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa terjadi pada pukul 01.06.10 WIB dengan episenter berada di laut. Tercatat pada koordinat 8,99° Lintang Selatan dan 111,18° Bujur Timur, atau sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer.
"Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. Mekanisme sumbernya berupa pergerakan naik atau thrust fault," demikian laporan BMKG.
Guncangan gempa utama dirasakan cukup luas. Intensitas IV MMI dirasakan di Pacitan, Bantul, dan Sleman, sementara III MMI dirasakan di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Lumajang, Bondowoso, Nganjuk, Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, hingga Madiun. Getaran dengan intensitas II MMI dirasakan di Tuban, Jepara, dan Denpasar.
Pasca gempa utama, BMKG mencatat sejumlah gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil.
(fra/ku/fra)
