13 Pelajar di Sulsel Keracunan Usai Minum Oplosan Spiritus, 2 Tewas

CNN Indonesia
Sabtu, 07 Feb 2026 04:00 WIB
Tiga belas pelajar di Pangkep Sulsel keracunan dan 2 tewas setelah menenggak oplosan minuman energi dan spiritus.
Ilustrasi. Pelajar tewas usai menenggak minuman oplosan. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Makassar, CNN Indonesia --

Sebanyak 13 pelajar di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) keracunan setelah menenggak minuman berenergi yang dicampur dengan cairan spiritus. Dari 13 pelajar, dua di antaranya dilaporkan tewas yakni, WA (16) dan SA (17).

"Iya benar, ada 13 remaja diduga telah meminum cairan spiritus bersama temannya. Korban semuanya pelajar," kata Kasi Humas Polres Pangkep, AKP Imran saat dikonfirmasi, Jumat (6/2).

Kejadian itu, bermula ketika para korban mengoplos minuman di belakang sekolahnya. Mereka mencampur berbagai jenis minuman, termasuk minuman berenergi dan spiritus, Selasa (3/2) sekitar pukul 12.00 WITA

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mulanya salah satu korban membeli 1 botol spiritus, air mineral dan minuman berenergi serta kental manis. Kemudian dibawa ke belakang sekolah, lalu dioplos dan diminum para korban," ungkapnya.

Tak hanya itu, para pelajar tersebut kembali membeli spiritus dan minum oplosan di dermaga Batu Pulau Sapuka, sekitar pukul 20.00 WITA.

"Minuman tersebut kemudian diracik kembali di dermaga batu Pulau Sapuka dan diminum bersama oleh sekitar sembilan orang hingga pukul 22.30 WITA," katanya.

Setelah mengonsumsi minuman oplosan tersebut, kata Imran, kondisi para pelajar mulai memburuk pada Kamis (5/2). Salah satu korban dilarikan ke puskesmas dalam keadaan kritis.

"Tak lama kemudian, korban lain menunjukkan gejala serupa hingga akhirnya dua pelajar dinyatakan meninggal dunia, masing-masing pada pukul 13.00 WITA dan 20.00 WITA di hari yang sama," jelasnya.

Sementara 11 pelajar lainnya sempat menjalani perawatan medis, dan hingga kini empat di antaranya masih dirawat intensif yakni, IK (16), IN (16), AM (17), dan AB (16).

"Seluruh korban merupakan pelajar berusia 15 hingga 17 tahun," ujarnya.

(thr/dal)


[Gambas:Video CNN]