Kisah Bocah Kendari Tewas Terlindas saat Jual Tisu buat Makan Keluarga
Najwa (8), bocah perempuan di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), tewas usai ditabrak alat berat saat berjualan tisu. Najwa berjualan tisu karena keluarganya tidak memiliki makanan untuk dimakan.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat pekan lalu dan terekam viral di media sosial. Dalam video beredar, sang ibu tampak memeluk erat jasad anaknya sambil teriak histeris.
Kemudian terdengar sang ibu mengaku bahwa anaknya menjual tisu karena tidak ada makanan di rumah.
"Saya suruh pergi (jual tisu) karena dia tidak mau makan kalau tidak ada nasi. Anakku Najwa, ko tinggalkanmi mama. Najwa sadarko ini mama," kata ibu korban, Nurhana, dengan histeris.
Kasatlantas Polresta Kendari AKP Kevin Fahri Ramadhan menuturkan alat berat dan operatornya berinisial ZA (36) sudah diamankan. Kasus ini juga naik ke tahap penyidikan.
"Sementara kita sedang proses penyidikan," kata Kevin dikutip dari detikcom, Jumat (6/2).
Kevin mengungkap bahwa operator alat berat tersebut mengaku tidak mengetahui telah menabrak korban hingga tewas di lokasi kejadian. Dia pun memastikan peristiwa ini bukan tabrak lari.
"Untuk operator berdasarkan keterangannya tidak kabur. Melainkan tidak sadar kalau alat beratnya melindas korban," ujarnya.
Sebelum kejadian, Najwa sempat berpamitan kepada ibunya dengan janji akan pulang membawa beras untuk makan bersama keluarga.
"Saat pamit, dia bilang, 'Mak tunggu mi, saya bawa pulangkan kita beras sama uang yang banyak'," ujar ibu Najwa, Nurhana kepada wartawan, Sabtu (7/2).
Nurhana mengatakan sebelum keluar rumah anaknya sempat duduk di sudut rumah sambil menatapnya.
Kemudian, ia mengingat Najwa menyampaikan niatnya untuk keluar menjual tisu karena di rumah sudah tidak ada nasi maupun beras.
"Dia bilang, 'Mak, tidak ada mi nasi, tidak ada mi beras'. Saya bilang cuma sebentar itu untuk adik-adikmu. Dia bilang biar mi, dia mau jual tisu dulu buat beli beras," ungkapnya.
Najwa yang merasa kedinginan di luar rumah, lalu mengambil jilbab dan sweater. Ia merapikan pakaiannya sebelum benar-benar keluar rumah untuk berjualan.
"Pas keluar, dia salim lama sekali. Dia cium tanganku, lalu bilang, 'Mak ciumpi saya lama-lama'. Saya tidak mengerti ternyata itu terakhir kalinya," tuturnya.
Tak hanya itu, Najwa juga sempat bertanya kepada sang ibu soal penampilannya. Ia mengaku masih jelas mengingat percakapan terakhir mereka.
"Dia bilang, 'Mak, saya cantikji kah?' Saya jawab, 'Cantik sekaliko, nak'. Habis itu dia bilang, 'Mak tunggumi, saya bawa pulangkanko beras sama uang yang banyak'," katanya.
Nurhana mengaku tak memiliki firasat buruk sama sekali malam itu. Najwa bahkan keluar rumah sambil berjalan mundur, seolah enggan berpisah.
"Dia bilang mau pergi cari uang. Saya sempat larang karena hujan dan malam, tapi dia bilang ndak apaji," tuturnya.
Dia menambahkan selepas magrib, salah satu anaknya memberi kabar kondisi Najwa yang sudah bersimbah darah. Sang ibu pun langsung berlari ke lokasi, namun kondisi korban sudah tidak bernyawa.
"Setelah salat magrib saya dengarmi kabarnya, adiknya datang bilang Najwa sudah bersimbah darah. Sudah ndak bisami ditolong. Saya angkat dari aspal, sudah tidak bergerak," pungkasnya.
Sebelumnya, polisi memastikan Najwa menjadi korban tabrak lari. Korban ternyata meninggal setelah ditabrak alat berat.
"Yang terlibat kecelakaan (menabrak NS) adalah alat berat jenis loader," kata Kasatlantas Polresta Kendari AKP Kevin Fahri Ramadhan kepada detikcom, Minggu (1/2).
Kevin mengungkapkan alat berat tersebut sudah diamankan di Satlantas Polresta Kendari. Polisi ikut mengamankan sopir alat berat tersebut berinisial ZA (26).
Baca selengkapnya di sini...
(tim/wis)