Gunung Marapi Erupsi Sore ini, Waspada Banjir Lahar Dingin

CNN Indonesia
Senin, 09 Feb 2026 17:56 WIB
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi, Senin (9/2) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Warga diminta waspada banjir lahar dingin.
Ilustrasi. Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi. (CNN Indonesia/John Nedy Kambang)
Padang, CNN Indonesia --

Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi. Letusan terjadi Senin (9/2) sore sekitar 35 detik, dan menyemburkan abu vulkanik yang ketinggian abu tidak terpantau maksimal karena kondisi cuaca.

Kepala Pos Pengamat Gunung Api (PGA), Ahmad Rifandi meminta warga yang tinggal di kawasan lereng gunung, terutama pada radius 3 kilometer dari kawah, meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian menghadapi kemungkinan terjadinya banjir lahar dingin.

Ia menjelaskan, erupsi terjadi pukul 17.00 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 24,3 milimeter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terjadi erupsi Gunung Marapi tanggal 9 Februari 2026 pukul 17.00 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 24.3 mm dan durasi 35 detik," kata Rifandi dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com.

"Tinggi kolom abu tidak teramati. Gunung tertutup kabut," tambahnya.

Saat ini Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dengan sejumlah rekomendasi. Antara lain, masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki, pengunjung, wisatawan diminta tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas kawah.

"Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi dan ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan," ujarnya.

(ned/isn)


[Gambas:Video CNN]